Jumat, 21 Februari 2020 16:22

DPRD Jatim Minta Disperindag Perketat Pelabuhan Antisipasi Masuknya Beras Plastik

Rabu, 20 Mei 2015 05:40 WIB
DPRD Jatim Minta Disperindag Perketat Pelabuhan Antisipasi Masuknya Beras Plastik
Dewi Septiani membawa tampah berisi beras yang diduga terbuat dari plastik. foto: jessi carina/kompas

SURABAYA, BANGSAONLINE.com -Temuan adanya beras palsu yang berbahan dasar plastik dengan campuran kentang dan umbi jalar di Karawang, Jawa barat membuat resah masyarakat. Tak mau hal itu terjadi di Jawa Timur, DPRD Jatim mengingatkan agar Pemprov melakukan tindakan preventif untuk mencegah masuknya beras sintesis itu ke Jawa Timur. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi B DPRD Jatim, Mochammad Zainul Lutfi.

Lutfi mengingatkan, Dinas Perindustrian dan Perdagang (Disperindag) Jatim harus memperketat pengawasan terhadap barang yang masuk dari pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu masuk utama barang di Jawa Timur. Untuk itu, politisi asal Fraksi PAN itu berpesan agar Disperindag segera melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pihak terkait di pelabuhan seperti bea Cukai, Syah Bandar, Polres KPPP.

“Peredaran beras plastik itu sangat merugikan masyarakat karena bisa membahayakan kesehatan, karena itu jangan sampai masuk ke Jawa Timur. Disperindag harus memperketat pelabuhan Tanjung Perak. Saya minta mereka (Disperindag-red) segera berkoordinasi dengan pihak terkait,” tandas Ketua BM PAN Jatim itu, Selasa (19/5).

Senada, Aida Fitriati kolega Lutfi di Komisi B juga mengecam adanya importir yang memasukan beras plastik ke Indonesia. Politisi PKB itu mewanti-wanti jangan sampai beras tersebut masuk ke Jawa Timur apalagi dikonsumsi oleh warga Jatim. Pasalnya, selain dari segi kesehatan membahayakan, dari segi kehalalan juga patut dipertanyakan.

Perempuan yang akrab disapa Neng Fitri itu mengingatkan selain langkah preventif, langkah preemtif juga penting, diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ciri beras yang layak konsumsi dengan beras plastik asal China yang tidak layak konsumsi. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari mengkonsumsi beras palsu tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan adanya beras plastik tersebut. Pemerintah harus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat tidak terjebak dan mengkonsumsi beras plastik,” tegas Ketua Muslimat Kabupaten Pasuruan ini.

Cucu pahlawan nasional KH. Wahab Chasbullah ini meminta aparat penegak hukum turun tangan apabila ada yang pihak yang memasukan, mengedarkan atau memperdagangkan beras plastik itu di Jawa Timur karena merugikan masyarakat sebagai konsumen.

Fitri juga berharap tidak hanya pelabuhan besar seperti Tanjung perak yang diperketat pengawasannya, demikian juga pelabuhan yang lebih kecil seperti Tanjung Tembaga di Probolinggo.

Anggota DPRD kabupaten Pasuruan dua periode itu berharap Disperindag juga melakukan langkah pro aktif dengan melakukan operasi pasar untuk memastikan ada atau tidaknya peredaran beras plastik itu di pasaran.

Menurutnya operasi pasar tepat dilakukan dalam waktu dekat ini sekaligus untuk memantau harga sembako jelang bulan puasa. Karena sangat mungkin masuknya beras plastik itu mengambil momentum bulan puasa yang biasanya harga sembako melambung tinggi. Sebab, harga beras plastik harganya jauh dibawah harga beras asli dengan kualitas paling buruk sekalipun. Dengan fakta itu, masyarakat akan cenderung memilih beras plastik apalagi mereka tidak tahu kalau itu beras palsu.

“Saya kira operasi pasar tepat dilakukan dalam waktu dekat ini. Apalagi menjelang datangnya bulan Ramadhan. Ini sebagai langkah pencegahan yang palin konkret," tutur perempuan berkerudung itu. (mdr)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...