Sabtu, 21 September 2019 21:20

DPRD Jatim Minta Disperindag Perketat Pelabuhan Antisipasi Masuknya Beras Plastik

Rabu, 20 Mei 2015 05:40 WIB
DPRD Jatim Minta Disperindag Perketat Pelabuhan Antisipasi Masuknya Beras Plastik
Dewi Septiani membawa tampah berisi beras yang diduga terbuat dari plastik. foto: jessi carina/kompas

SURABAYA, BANGSAONLINE.com -Temuan adanya beras palsu yang berbahan dasar plastik dengan campuran kentang dan umbi jalar di Karawang, Jawa barat membuat resah masyarakat. Tak mau hal itu terjadi di Jawa Timur, DPRD Jatim mengingatkan agar Pemprov melakukan tindakan preventif untuk mencegah masuknya beras sintesis itu ke Jawa Timur. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi B DPRD Jatim, Mochammad Zainul Lutfi.

Lutfi mengingatkan, Dinas Perindustrian dan Perdagang (Disperindag) Jatim harus memperketat pengawasan terhadap barang yang masuk dari pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu masuk utama barang di Jawa Timur. Untuk itu, politisi asal Fraksi PAN itu berpesan agar Disperindag segera melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pihak terkait di pelabuhan seperti bea Cukai, Syah Bandar, Polres KPPP.

“Peredaran beras plastik itu sangat merugikan masyarakat karena bisa membahayakan kesehatan, karena itu jangan sampai masuk ke Jawa Timur. Disperindag harus memperketat pelabuhan Tanjung Perak. Saya minta mereka (Disperindag-red) segera berkoordinasi dengan pihak terkait,” tandas Ketua BM PAN Jatim itu, Selasa (19/5).

Senada, Aida Fitriati kolega Lutfi di Komisi B juga mengecam adanya importir yang memasukan beras plastik ke Indonesia. Politisi PKB itu mewanti-wanti jangan sampai beras tersebut masuk ke Jawa Timur apalagi dikonsumsi oleh warga Jatim. Pasalnya, selain dari segi kesehatan membahayakan, dari segi kehalalan juga patut dipertanyakan.

Perempuan yang akrab disapa Neng Fitri itu mengingatkan selain langkah preventif, langkah preemtif juga penting, diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ciri beras yang layak konsumsi dengan beras plastik asal China yang tidak layak konsumsi. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari mengkonsumsi beras palsu tersebut.

“Saya sangat prihatin dengan adanya beras plastik tersebut. Pemerintah harus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat tidak terjebak dan mengkonsumsi beras plastik,” tegas Ketua Muslimat Kabupaten Pasuruan ini.

Cucu pahlawan nasional KH. Wahab Chasbullah ini meminta aparat penegak hukum turun tangan apabila ada yang pihak yang memasukan, mengedarkan atau memperdagangkan beras plastik itu di Jawa Timur karena merugikan masyarakat sebagai konsumen.

Fitri juga berharap tidak hanya pelabuhan besar seperti Tanjung perak yang diperketat pengawasannya, demikian juga pelabuhan yang lebih kecil seperti Tanjung Tembaga di Probolinggo.

Anggota DPRD kabupaten Pasuruan dua periode itu berharap Disperindag juga melakukan langkah pro aktif dengan melakukan operasi pasar untuk memastikan ada atau tidaknya peredaran beras plastik itu di pasaran.

Menurutnya operasi pasar tepat dilakukan dalam waktu dekat ini sekaligus untuk memantau harga sembako jelang bulan puasa. Karena sangat mungkin masuknya beras plastik itu mengambil momentum bulan puasa yang biasanya harga sembako melambung tinggi. Sebab, harga beras plastik harganya jauh dibawah harga beras asli dengan kualitas paling buruk sekalipun. Dengan fakta itu, masyarakat akan cenderung memilih beras plastik apalagi mereka tidak tahu kalau itu beras palsu.

“Saya kira operasi pasar tepat dilakukan dalam waktu dekat ini. Apalagi menjelang datangnya bulan Ramadhan. Ini sebagai langkah pencegahan yang palin konkret," tutur perempuan berkerudung itu. (mdr)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...