Inilah legen mentah itu. Foto: MMA/bangsaonline.com
"Kalau sampai nanti malam masih bisa bertahan. Tapi setelah itu rasanya kecut," katanya.
Memang legen mentah mengalami fermentasi secara alami dalam jangka waktu satu hari atau sehari semalam. Setelah itu rasanya kecut. Legen pun berubah jadi tuak, sejenis minuman keras.
"Karena itu harus dimasak agar tetap manis," sarannya. Ia juga menjual legen yang sudah sudah dimasak. Bahkan jumlahnya lebih banyak. Ia tampakya tak mau ambil risiko.
Saya pun membeli dua botol besar dan satu botol kecil legen mentah itu. Kali ini saya tak nawar. Karena harganya sudah sangat murah.

Saya lalu kembali ke mobil. Sambil membawa legen dan buah siwalan. Saya langsung balik ke Surabaya. Kebetulan saat itu menjelang maghrib.
Di mobil, dalam perjalan balik ke Surabaya, terdengar adzan maghrib. Saya buka legen mentah dalam kemasan botol kecil. Saya minum. Masyaallah. Luar biasa enak rasanya. Manis, segar beraroma madu dan ada grecep-grecepnya.
Mohammad Sulthon Neagara, anak saya, yang menyetir mobil saya sodori. Maunya ia menolak. Alasannya belum makan.
“Perut saya masih kosong,” katanya. Ia memang berpuasa Kamis.
“Nggak apa-apa. Minum saja,” kata saya. Ia pun meminum legen mentah itu.
“Ya, benar-benar enak. Kayak ada madunya,” katanya kemudian.
Setelah itu saya sodori buah siwalan. Ia mengambil satu. Dimakan.
Saya pun lalu membrowsing legen di google. Banyak artikel yang mengulas legen dan siwalan.
Apa manfaatnya? Ternyata banyak sekali manfaat legen. Antara lain memperkuat ginjal, mengatasi diabetes, mengembalikan cairan yang hilang, mengembalikan stamina.
Selain itu juga melancarkan pencernaan, mengikis kalsium pada saluran kencing, bersifat antibiotik, mengurangi stres, mencegah impotensi, mengatasi asam urat dan kolesterol.
Luar biasa. Saya kemudian menjadikan legen mentah itu sebagai status atau story di HP saya. Yang penontonnya cukup banyak karena saya punya banyak teman dan jaringan.
Ternyata ada seorang ibu berkomentar. Namanya Bu Titik, senior saya saat kuliah.
Ia mengungkap pengalaman suaminya. “Dulu suami pernah kena batu ginjal. Disuruh operasi. Tapi setelah minum legen asli, batunya hancur sendiri. Jadi, alhamdulillah, tidak jadi operasi,” tulisnya dalam komentar itu.
Menurut dia, suaminya juga mengecek batu ginjal itu di laboratorium.
“Setelah dicek di laboratorium batunya sudah hancur,” ungkapnya.
Saya tanya, saat itu beli legen mentah atau asli di mana. “Pesan jamaahnya kakak saya di Gresik, (legen) yang asli dari pohonnya,” katanya.
Ia menuturkan saat itu harganya mahal. “Mahal memang tapi gak apa-apa daripada operasi,” katanya lagi. “Alhamdulillah semua itu petunjuk Allah, bisa sembuh tanpa operasi,” tambahnya.
Saya tanya lagi. Apa legen itu cukup diminum saja. Batu ginjal itu hancur setelah minum legen mentah berapa kali atau berapa hari?.
“Satu minggu,” jawab Bu Titik.
Subhanallah. Luar biasa. (MMA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




