Kondisi Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng yang terendam. Foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kali Lamong di Kabupaten Gresik, kembali meluap, Jumat (25/11/2022) pagi. Sedikitnya, sudah ada empat desa yang terendam. Yaitu, Desa Lundo, Sedapurklagen, Deliksumber, dan Kedungrukem.
"Di Kecamatan Benjeng sudah ada 4 desa yang terendam. Ketinggian air antara 50-60 cm," ucap Camat Benjeng, Siti Sulichah saat dikonfirnasi BANGSAONLINE.com.
BACA JUGA:
- Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati: Gresik Kian Kokoh Jadi Magnet Investasi Nasional
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
Dia menyanpaikan, meluapnya Kali Lamong terjadi setelah hujan cukup deras terjadi di sejumlah wilayah tetangga Kabupaten Gresik. Antara lain, Kabupaten Jombang, dan Lamongan.
Kedua wilayah itu merupakan daerah hulu Kali Lamong. Jika daerah tersebut hujan deras cukup lama, maka air lari ke hilir melewati Kali Lamong yang melintas di Benjeng.
"Sehingga air hujan memenuhi Kali Lamong. Akibatnya, tidak mampu menampung debet air yang akhirnya meluap sehingga mengakibatkan banjir," ungkapnya.
Dia lantas menyebutkan, menjelaskan dampak banjir di sejumlah desa di Kecamatan Benjeng.
Antara lain, Jalan Poros Desa Sedapurklagen sepanjang 3.000 meter terendam air dengan ketinggian 50-60 cm. Jalan lingkungan sepanjang 4.500 meter, areal persawahan seluas 75 hektare, dan 100 rumah warga, juga terendam.
Kemudian di Desa Deliksumber, ketinggian air mencapai 60-50 cm merendam 210 rumah warga dan 80 hektare sawah.
"Di desa tersebut, JPD dan jalan lingkungan terendam 2.800 meter, juga fasilitas umum seperti masjid, mushollah, dan SDN," tutupnya. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






