Rabu, 29 Maret 2017 12:12

Warga Korban Lumpur Lapindo Blokir Jalan Raya Porong

Senin, 11 Mei 2015 00:38 WIB
Warga Korban Lumpur Lapindo Blokir Jalan Raya Porong
Warga korban lumpur merangsek untuk melakukan aksi pemblokiran Jalan Raya Porong yang dihalangi petugas, kemarin. foto : Agus HP/BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga korban lumpur dalam Peta Area Terdampak (PAT) yakni Desa Jatirejo, Siring, Renokenonggo Kecamatan Porong dan Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin yang berkumpul di bekas SPBU Porong, akhirnya melakukan aksi pemblokiran Jalan Raya Porong dengan menggelar alas, Minggu (10/05). Akibatnya, arus lalu lintas di jalur Sidoarjo-Pasuruan sempat mengalami kemacetan.

Namun, aksi menduduki jalan raya tersebut hanya sekitar 5 menit, karena mereka dihalau anggota kepolisian dibantu anggota TNI yang sudah berjaga-jaga dilokasi. Sempat terjadi kericuhan dengan aksi dorong karena warga korban lumpur dalam PAT yang memenuhi ruas jalan tetap memaksa melakukan pemblokiran.

Akhirnya sebanyak 500 personil anggota polisi yang diterjunkan di lokasi, mampu meredam suasana, sehingga massa kembali melakukan istighotsah di area bekas SPBU Siring Kecamatan Porong. Selain itu, massa juga memasang berbagai poster yang berisi tuntutan ganti rugi agar dana talangan dari pemerintah segera dicairkan.

Mereka membentangkan spanduk tuntutan, berukuran besar dengan berbagai tulisan. Seperti “Kami Menuntut Janji Bapak Presiden, 9 Tahun Kami Ditelantarkan, Mei 2015 Segera Dibayar Lunas”, “Pak Jokowi Tolong Bebaskan Kami Dari Penderitaan”, “Bakri = Syaiton”, dan beberapa spanduk lainnya.

Salah satu warga dalam PAT, Sunarti (48) mengaku sangat kesal dengan janji pemerintah terkait uang ganti rugi yang akan cair pada bulan Mei ini, tetapi belum terealisasi. Menurutnya, kepemimpinan SBY maupun Jokowi sama saja.

”Selesaikan pembayarannya, jangan kami dibohong-bohongi saja. Jangan hanya umbar janji-janji. Kalau Mei, ya Mei. Segera diselesaikan. Mana janjimu Pak Jokowi,” ujarnya dengan nada kesal.

Hal senada diungkapkan Lailah (43), salah satu korban lumpur lainnya dalam PAT. Menurutnya, pemerintah harus segera mencairkan ganti rugi dari APBN-P yang sudah dijanjikan itu. Sebab, mereka sudah 9 tahun merana tanpa ada kejelasan pelunasan ganti rugi.

"Sampai kapan warga harus sengsara. Ganti rugi tidak jelas kapan akan dilunasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Sidoarjo Kompol Nur Halim mempersilahkan warga menyampaikan aspirasi dan tuntutan atas haknya. Namun, mereka juga harus menghargai dan tidak mengganggu kepentingan orang lain.

"Kami akan menjaga warga korban lumpur yang menggelar doa bersama. Silahkan menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya.

Terpisah, Anggota Pansus Lumpur Sidoarjo H. Maksum Zuber menjelaskan, bahwa pihaknya sudah berangkat ke Jakarta pada akhir tahun 2014 lalu. Tujuannya, menemui Menteri PU, Menteri Keuangan dan Menteri Sosial terkait pencairan dana ganti rugi warga dalam PAT yang belum terbayar hingga saat ini.

“Kami bersama Bupati Saiful Illah kembali ke Jakarta untuk tujuan yang sama.Tetapi dana yang sudah disiapkan oleh pemerintah, masih dalam tahap proses untuk pencairan,” ungkapnya. (gus/sho)      

Rabu, 29 Maret 2017 11:33 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   BANGSAONLINE.com - Man kafara biallaahi min ba’di iimaanihi illaa man ukriha waqalbuhu muthma-innun bial-iimaani walaakin man syaraha bialkufri shadran fa’alayhim ghadhabun mina allaahi walahum...
Jumat, 24 Maret 2017 10:15 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...
Kamis, 23 Maret 2017 12:00 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Artis Binky Felstead pamer perutnya yang membuncit, dengan menggelar sesi pemotretan mengenakan swimsuit.Pemotretannya memang amat menakjubkan. Hasil pemotretan ini pun dishare di instagram. Tampak dia menge...