"Catatan ini menunjukkan meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama. Karena, santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya," tegasnya.
Untuk itu, terang Khofifah, santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi beragama. Apalagi, di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk.
"Maka, bagi santri menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia," tegasnya.
Tidak hanya itu, melalui hari santri 2022 ini, Gubernur Khofifah juga menyampaikan harapannya agar ke depan para santri terus membangun keunggulan akhlak, keunggulan sumber daya manusia. Kuatnya karakter dibarengi penguasaan ilmu dan teknologi, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam mendorong keunggulan akhlak dan SDM santri, sejauh ini Pemprov Jatim telah memberikan beasiswa strata 1 untuk 4.325 mahasiswa dan santri yang memenuhi syarat untuk melakukan studi di Al Azhar Mesir beasiswa S2 dan S3 kepada guru dan dosen dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang berbasis pesantren melalui lembaga pengembangan pesantren dan diniyah yang menyasar 115 PTKI sejak tahun 2019 sampai tahun 2022.

Lebih lanjut, di kesempatan ini Gubernur Khofifah juga kembali mengajak semua peserta yang hadir untuk memanjatkan doa bagi para korban tragedi Kanjuruhan. Terlebih, berdasarkan data terupdate korban yang dinyatakan meninggal kembali bertambah menjadi total 134 orang.
"Bagi korban yang meninggal pada tragedi Kanjuruhan, semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Alloh. Mudah-mudahan mereka dipanggil dalam keadaan Husnul khotimah. Dan bagi yang masih dirawat di RS semoga segera diberi kesehatan," tutur Khofifah khusyuk. (dev/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




