Asma: Penyebab, Diagnosa, dan Pengobatannya

Asma: Penyebab, Diagnosa, dan Pengobatannya Ilustrasi. Foto : Freepik

Asma Alergi, biasanya terjadi karena ada pemicunya, seperti bulu hewan peliharaan, makanan, serbuk sari tumbuhan, dan debu.

Sementara itu, Asma-non alergi, terjadi karena sesuatu karena iritasi. Misalnya, terkena asap, polusi udara, virus, penyegar udara dan parfum.

Pengobatan Asma

Untuk pencegahan , peneliti belum bisa mengidentifikasi terjadi penyebab karena hal itu harus dilakukan observasi lebih lanjut. Namun penderita, bisa melakukan hal berikut.

1. Hindari Pemicu terjadinya Asma.

Jika penderita termasuk penderita Asma-Non alergi, sebaiknya hindari bahan kimia atau produk yang menyebabkan masalah pernafasan.

2. Mengurangi Paparan Alergi

Jika penderita adalah penderita Asma-Alergi, ada baiknya hindari hal-hal pemicu alergi seperti terpapar debu atau jamur.

3. Melakukan Suntikan Alergi

Imunoterapi alergi, adalah salah satu terapi yang dapat mengubah sistem kekebalan tubuh. Hal itu biasanya dilakukan secara rutin, sehingga dapat memberikan kekebalan tubuh pada pemicu alergi.

4. Minum obat pencegah Asma.

Memungkinkan, dokter akan meresepkan obat untuk pencegahan yang bisa dikonsumsi setiap hari. Obat ini, bisa juga digunakan saat kondisi darurat.

Selain menggunakan obat-obatan pencegah , penderita bisa melakukan hal-hal berikut untuk membantu tubuh lebih sehat dan mengurangi resiko serangan .

  • Konsumsi makanan lebih sehat.

Makan makanan yang sehat dan seimbang, dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

  • Berat Badan Ideal

Asma cenderung terjadi pada orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Menurunkan berat badan, sangat sehat untuk jantung, persendian dan paru-paru.

  • Berhenti merkok (jika seorang perokok)

Asap rokok, dapat memicu penyebabnya . Maka dari itu, jika anda seorang perokok lebih baik berhenti merokok.

Apabila anda perokok pasif, lebih baik menghindar atau gunakan masker kesehatan agar tidak terpapar asap rokok secara terus menerus.

  • Berolahraga secara teratur.

Aktivitas yang sangat berat bisa menjadi pemicu serangan . Namun berbeda dengan olahraga. Sebab, olahraga membantu mengurangi resiko masalah pernafasan.

  • Mengelola Stres.

Stres menjadi pemicu gejala . Oleh sebab itu, gunakan hidup anda lebih bahagia.

Tak hanya itu, mengkonsumsi makanan banyak nutrisi sangat penting mengurangi gejala alergi, tetapi gejala alergi makanan dapat memicu gejala .(rif)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO