Jubir Fraksi PPP saat penyampaian pandangan umum.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pasca rapat paripurna yang kedua DPRD Kabupaten Jember mengenai pandangan umum fraksi dalam menanggapi penyampaian nota pengantar perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Tahun Anggaran 2022, mencuat isu kelangkaan pupuk bersubsidi.
Isu tersebut lebih tepatnya dimunculkan oleh Anggota Dewan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ikbal Wilda Fardana selaku juru bicara (jubir) dari fraksi partai tersebut mengungkapkan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi sudah menjadi keluhan dari mayoritas petani di Jember.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"Keluhan para petani yang begitu menyeruak ke permukaan, rasa-rasanya hampir tidak dapat dibendung, terkait dengan kekurangtersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember." ungkapnya pada paripurna yang digelar di Aula PB Sudirman, Selasa malam (20/9/2022).
Pada kesempatan penyampaian pandangan umum tersebut, Ikmal menyatakan bahwa Fraksi PPP mendesak Bupati Jember segera mengambil langkah strategis dalam mengatasi masalah kelangkaan pupuk.
"Fraksi PPP mengusulkan agar saudara bupati mengambil langkah-langkah strategis dan mencarikan jalan keluar terhadap hal tersebut. Misalnya dengan cara membeli pupuk non subsidi untuk dijual dengan harga subsidi kepada para petani," usulnya.
Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa perihal memberi edukasi kepada petani agar dapat menggunakan pupuk organik. Menurutnya, hal tersebut menjadi penting sebagai cara untuk sekaligus menyuburkan lahan pertanian.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




