Tangkapan Layar video di akun Instagram Hotman Paris.
PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Kematian seorang santri Pondok Pesantern (Ponpes) Gontor, Kabupaten Ponorogo, yang diduga akibat penganiayaan, mendadak viral. Lantaran, ibu korban penganiayaan itu meminta keadilan dan melaporkan hal tersebut ke Pengacara Kondang, Hotman Paris.
"Anak pertama ibu ini meninggal di suatu pesantren, diduga menjadi korban penganiayaan, sudah dikubur. Ia memohon perhatian dan keadilan datang ke Hotman Paris, Hotman Paris 911, di Palembang," kata Hotman Paris dalam video yang diunggah di akun instagramnya.
BACA JUGA:
- 2 Terdakwa Kasus Penganiayaan Santri di Kediri Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
- Kejari Kabupaten Kediri Bantah Terima Uang Ratusan Juta untuk Kasus Tewasnya Santri di Mojo
- Pengacara Beberkan Alasan Para Pelaku Aniaya Santri Asal Banyuwangi di Kediri hingga Tewas
- VUB Resmikan Ready-Mixed Batching Plant di Palembang
Dalam video tersebut juga terdengar suara perempuan yang menyatakan bahwa korban meninggal sekitra pukul 6 malam.
"Meninggalnya sekitar jam 6, namun pihak keluarganya dikabari jam 10 pagi," ungkap wanita dalam video tersebut.
Sementara itu, pihak Ponpes Gontor, Ponorogo, meminta maaf kepada orang tua dan keluarga AM (korban penganiayaan) santri asal Palembang, Sumatera Selatan.
Dilansir Kompas.com, permintaan maaf itu disampaikan setelah pengasuh santri menemukan dugaan penganiayaan dalam kematian AM.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




