Gubernur Khofifah saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa wilayah yang ia pimpin memiliki langkah yang selaras dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana, presiden aktif memberi perhatian dan bantuan modal pada para pelaku usaha kecil.
Saat mendampingi kunker Presiden Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, di Jawa Timur pada Minggu (21/8/2022) hingga hari ini Senin (22/8/2022), gubernur menyebut pihaknya berusaha melengkapi dengan menyalurkan bantuan modal untuk pelaku usaha ultra mikro.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
"Tentu kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang memberi perhatian dengan menyalurkan bantuan BMK, BLT dan juga PKH pada masyarakat kecil kita di Jawa Timur," kata Khofifah.
Ia menambahkan, Pemprov Jatim melakukan hal serupa dalam bentuk bantuan penyaluran permodalan untuk pelaku usaha ultra mikro senilai Rp500 ribu dari Baznas Jatim serta BUMD Jatim serta pinjaman murah dengan bunga tiga persen per tahun melalui Bank UMKM Jatim dengan pinjaman maksimal Rp10 juta.
"Bantuan permodalan untuk pelaku usaha ultra mikro kami berikan untuk membantu mereka mengakses permodalan dari Bank UMKM Jatim. Bunganya rendah hanya 3 persen per tahun sementara maksimal hanya 10 juta," paparnya.
Gubernur menegaskan, program ini sengaja digagas agar pelaku usaha ultra mikro seperti pengusaha toko pracangan, pedagang kaki lima, pedagang sayur, dan lain-lain tidak terjerumus untuk meminjam uang ke rentenir yang justru akan merugikan.
"Akses modal ini tanpa jaminan. Tahun 2022 ini ada anggaran Rp 7,5 miliar yang kita siapkan hingga akhir tahun. Semoga bisa memberi manfaat bagi pelaku usaha ultra mikro di tengah tawaran pinjaman online yang begitu mudah diakses namun berisiko bunga sangat tinggi," tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




