PCNU Batu mendeklarasikan Islam Rahmatan Lil’alamin dan melawan gerakan radikal. Foto: malangtimes.com
Ia juga mengaku tak sreg jika sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) diterapkan dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang. ”Rasanya kok belum saatnya,” katanya.
Menurut dia, banyak PCNU yang menolak AHWA diberlakukan pada Muktamar di Jombang. ”Saya tak tahu apa di balik AHWA itu,” katanya sembari tertawa.
Seperti Rais Syuriah PCNU yang lain ia juga berharap jangan sampai praktik riswah atau money politics di Muktamar NU Makassar terulang lagi dalam Muktamar NU di Jombang.
”Kita berharap Muktamar ini bersih dan kredibel,” katanya. Karena itu ia mengaku selalu berdoa agar Muktamar NU di Jombang nanti benar-benar berlangsung tanpa noda politik uang.
”Saya setiap momen selalu mengajak berdoa agar Muktamar NU di Jombang berjalan baik. Kemarin saya dalam acara Fatayat NU yang dihadiri banyak orang juga mengajak berdoa bersama,” katanya.
Ia mengaku khawatir Muktamar NU yang seharusnya berjalan bersih dikotori oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab dengan cara menebar uang untuk mempengaruhi peserta Muktamar. Ia mengaku tak pernah mengurusi masalah politik uang. Ia bahkan bertekad untuk mempertahakan prinsip yang sudah diyakini. Artinya, meski ada orang-orang bergerilya dan merayu mengiming-imingi uang agar memilih kiai selain kiai yang telah ia yakini baik dalam mimpin PBNU, dirinya tak akan goyah. ”Saya waktu di Makassar itu sampai mau masuk ke ruang steril tak tahu apa-apa,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




