Ilustrasi.
"Sebelumnya setiap sore hari para santri di desa ini mengaji lalu malamnya pulang. Tapi, sejak tahun lalu semua santri harus bermalam dan tidur dibangunan semacam aula. Yang santri laki tidurnya di bawah dan yang perempuan tidur di lantai atas," paparnya.
N melanjutkan, petugas dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintahan Masyarakat Desa (Dinsos P3A dan PMD) Kabupaten Tuban bersama pihak kecamatan setempat sudah berkunjung ke rumah korban untuk memberikan pendampingan.
Hasilnya, korban menyebut masih menginginkan untuk melanjutkan sekolah. Dengan begitu, pemerintah desa (pemdes) serta Dinsos P3A dan PMD Kabupaten Tuban telah mengupayakan tempat sekolah bagi korban.
"Korban ini masih ingin melanjutkan sekolah. Kami juga sudah menemukan sekolahan yang tepat untuk anak ini," kata N.
Dikonfirmasi terpisah, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait adanya informasi dugaan tidak pencabulan terhadap santriwati yang diduga dilakukan oleh anak kiai. Mengingat, informasi pencabulan tersebut sedang beredar luas di masyarakat.
"Sedang ditindak lanjuti oleh penyidik sekarang," terang Kasatreskrim Polres Tuban, AKP M Ganantha. (gun/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




