Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni didampingi Wakil Ketua Komite III Dedi Iskandar Batubara menggelar hearing terkait kasus kekerasan seksual Jombang di Kantor Gubernur Jawa Timur. Foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sylviana Murni, Ketua Komite III DPD RI, mengapresiasi penanganan kasus kekerasan seksual di Jawa Timur, khususnya yang terjadi di Kabupaten Jombang, tepatnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah.
Dalam kasus itu, sejumlah santriwati menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh MSAT, putra dari Pemilik dan Pengasuh Pesantren Shiddiqiyah serta pengelola sejumlah usaha pesantren.
BACA JUGA:
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
- Seorang Ayah di Bojonegoro Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 8 Bulan
- DPD RI Soroti Perlindungan Konsumen dan Bantuan Sosial di Papua Barat Daya
- Ponpes As-Saidiyyah 2 Bahrul Ulum Jombang Launching SOP Pencegahan Kekerasan Seksual
Apresiasi ini disampaikan Sylviana Murni saat kunker di Jawa Timur bersama rombongan Komite III DPD RI. Menurutnya, kunker tersebut bertujuan melihat kasus ini lebih dekat, sekaligus menerima masukan dan informasi dari stakeholder terkait.
"Saya sudah bertemu sejumlah pihak dan mendengarkan informasi dari sumber-sumber terpercaya. Saya apresiasi terhadap penanganan kasus di Jombang ini. Saya melihat negara sudah hadir dalam kasus ini," ujarnya kepada wartawan setelah hearing di Ruang Brawijaya, Kantor Gubernur Jawa Timur, Rabu (13/07/2022).
Perempuan yang pernah menjabat Wali Kota Jakarta Pusat ini mengapresiasi langkah Kajati Jatim Mia Amiati yang langsung memimpin proses penuntutan di pengadilan. Menurutnya, hal itu bentuk keseriusan dan keberpihakan kepada korban.
Ia menegaskan, agar negara menunjukkan keberpihakan kepada korban. Mengingat, dalam kasus kekerasan seksual, perempuan cenderung menjadi korban. Karena itu, dirinya menyarankan trauma healing kepada santriwati korban kekerasan seksual.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




