Ilustrasi.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PA (54) warga Kecamatan Taman, Sidoarjo kaget namanya tercatut sebagai penerima. Hal ini terungkap saat dia hendak membuka rekening di salah satu bank di Sidoarjo.
Ditemui di kediamannya, PA menceritakan awalnya dia berencana membuka rekening untuk digunakan sebagai tabungan masa tuanya. Rencananya, tabungan itu bakal digunakan untuk berangkat menunaikan ibadah umrah bersama majikannya.
BACA JUGA:
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
- BHS Salurkan 120 Ekor Sapi Kurban, Sidoarjo Kebagian 9 Sapi dan 1 Kambing
- Polresta Sidoarjo Salurkan 100 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 Hijriah
- Sapi Kurban 700 Kilogram Tercebur Sungai di Sidoarjo, Evakuasi Berlangsung 2 Jam
"Nah, pas saya ngurus itu kaget ternyata saya sudah punya rekening dan masih aktif. Bahkan, rekeningnya itu sudah pernah mendapat bantuan dan sudah dicairkan. Sudah ditarik," cetus PA, Kamis (23/6/2022).
PA melanjutkan, dia tidak pernah merasa ikut mendaftar program bantuan tersebut. Hanya saja, dia memang pernah dipanggil ke balai desanya untuk mengambil bantuan yang besarannya Rp200 ribu. Itu pun menurutnya hanya satu-dua kali saja.
"Nah kalau yang di bank kemarin itu, nilainya Rp 1,1 juta. Itu dua kali cair dan ditarik. Berarti totalnya Rp2,2 juta," ujarnya.
Kini, perkara itu sudah dia laporkan ke Polresta Sidoarjo. Tujuannya ialah agar pihak yang terlibat dalam pencatutan namanya ini bisa terungkap dan ditangkap pihak berwajib. (cat/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




