Senin, 26 Agustus 2019 10:54

Anggaran Pilkada Sumenep, KPU dan Pemkab Beda Persepsi

Selasa, 21 April 2015 20:59 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Faisal
Anggaran Pilkada Sumenep, KPU dan Pemkab Beda Persepsi
Baliho Bupati Sumenep A. Busyro Karim yang berada di jalan KH. Sajad tepatnya di sebalah baratnya simpang empat Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep. (Faisal/BANGSAONLINE)

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sumenep Desember 2015 mendatang terancam tidak berjalan mulus. Pasalnya, antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terjadi perbedaan persepsi soal besaran anggaran.

Versi KPU Sumenep pelaksanaan pilkada tahun 2015 membutuhkan anggaran sebesar Rp 33,9 miliar. Dana tersebut diprediksi bisa mencukupi terhadap semua kebutuhan termasuk dalam pelaksanaan tahapan pilkada mendatang.

”Biaya itu sudah termasuk pembuatan satu benner bakal calon. Tapi benar yang kami sediakan hanya satu, itupun ukurannya kecil,” kata Ketua KPU Sumenep Ach. Warist.

Besaran estimasi tersebut telah diajukan dan sudah di setujui oleh pemerintah daerah. ”Semua kegiatan yang berhubungan dengan pilkada tahun 2015 dibiayai oleh APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah),” ungkapnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Hadi Soetarto mengungkapkan jika ketersediaan dana untuk pelaksanaan pilkada yang disediakan Pemkab sebesar Rp 31,9 miliar. Artinya angaran yang telah disediakan oleh pemerintah daerah lebih kecil daripada kebutuhan anggaran yang disusun KPU.

”Anggaran pilkada yang telah ditetapkan dalam APBD sebesar Rp 30 miliar, sedangkan 1,9 miliarnya akan dialokasikan pada APBD perubahan nanti,” kata Sekda.

Anggaran tersebut juga ada pengurangan dari anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 43 miliar. Perubahan anggaran itu karena adanya perubahan tahapan pilkada yang akan dilakukan. Salah satunya yang sebelumnya dijadwalkan akan dilaksankan dua putaran, namun ditetapkannya UU pilkada yang baru berubah menjadi satu putaran.

Menurutnya, meskipun anggaran tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan oleh KPU setempat, namun pemerintah daerah dipastikan tidak akan menambah anggaran pelaksanaan pilkada mendatang.

”Karena ada perubahan, maka kami anggarkan lagi sebesar Rp 1,9 miliar di APBD perubahan nanti. Anggaran itu kami harap dimaksimalkan semaksimal mungkin. Mungkin saja kami tidak akan menambah lagi,” tukasnya.

Tahapan pilkada sudah dimulai pada tanggal 19 April 2015 yaitu persiapan rekrutmen PPK dan PPS.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...