Petugas TNI dan Polri membubarkan aksi demo Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep, Rabu (20/4).
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep lakukan aksi demo saat Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Trunojoyo, Sumenep, Rabu (20/4).
Aksi tersebut tidak berlangsung lama. pasalnya, aparat dari TNI dan Polri langsung membubarkan Aksi demo tersebut.
BACA JUGA:
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
- Wow! Jokowi Targetkan PSI Raih 30 Kursi DPR, Butuh Dana Rp 2,5 Triliun
Dalam video yang beredar di media sosial, salah satu petugas menyuruh massa untuk membubarkan aksinya.
"Tidak boleh melakukan aksi demonstrasi saat kunjungan presiden," kata salah satu petugas dalam video.
Koordinator aksi Aliansi BEM Sumenep, M. Choirul Anam, mengatakan, sebelum kedatangan presiden, pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Polres Sumenep 3 hari yang lalu.
Choirul juga menceritakan, atribut demo dirampas. Tah hanya itu, Ponsel pemilik pendemo yang digunakan untuk merekam aksi tersebut juga diambil.
"Sempat terjadi cekcok dan kontak fisik antara kami dengan petugas. Padahal kami hanya ingin menyampaikan aspirasi," ungkap choirul.
Demo yang dilakukan Aliansi BEM Sumenep saat kunjungan Presiden Jokowi ke Sumenep adalah menolak kenaikan BBM, Kelangkaan minyak goreng dan harga timpang.
"Tuntutan kami masih sama seperti demo 11 April kemarin dan menjadi isu nasional soal kenaikan BBM dan kelangkaan minyak goreng," ujarnya.(win/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




