Tim NasDem Peduli saat melakukan fogging di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - DPD NasDem Kabupaten Kediri melalui Tim NasDem Peduli melakukan fogging di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, karena 8 anak di wilayah itu terserang demam berdarah dengue (DBD). Kepala Desa Paron, Buyung Wicaksono, berterima kasih kepada Khusnul Arif selaku Ketua Satgas NasDem Peduli.
"Saya ucapkan terima kasih kepada NasDem yang cepat tanggap melakukan fogging, karena kegiatan fogging yang dilakukan Partai NasDem ini sebagai langkah antisipasi agar kasus demam berdarah di Desa Paron tidak terulang dan menyebar ke mana-mana," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Minggu (13/3).
BACA JUGA:
- Wali Kota Batu Hadiri PSN di Kelurahan Sisir, Upaya Pemkot Kendalikan DBD
- 2 Santri Diduga Terjangkit DBD, Dinkes Kota Kediri Fogging Ponpes Al Ishlah
- Kasus DBD di Sampang Capai 494 Sepanjang 2025, Wilayah Kecamatan Kota Dominan
- Antisipasi Peningkatan Kasus DBD di Musim Hujan, Dinkes Kota Kediri Gelar Rakor Lintas Sektor
Buyung berharap, Fogging yang dilakukan NasDem bisa mencegah penyebaran wabah dan kasus serupa tidak terjadi lagi di Desa Paron. Ia menuturkan, fogging kali ini dilakukan secara menyeluruh di Desa Paron.
"Fogging dilakukan di seluruh wilayah Desa Paron. Karena beberapa waktu lalu ada kasus 8 anak di Desa Paron yang terjangkit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit. Namun alhamdulillah seluruh anak yang terkena DB sudah pulang dan kondisi normal dan sehat kembali," ungkapnya.
Koordinator Pengolah Demam Berdarah Puskesmas Ngasem, Laste Menanti, menyebut warga yang terjangkit DBD di Kecamatan Ngasem paling banyak di Desa Sukorejo. Namun, Desa Paron juga cukup banyak.
"Sejauh ini dari pihak Puskesmas melakukan pembinaan kader jumantik, minimal melakukan satu tahun sekali merefresh ilmunya dari kader jumantik," kata Laste.
Keterbatasan anggaran membuat pihaknya melakukan program fogging fokus. Ia pun memaparkan apa maksud dari program tersebut.
"Artinya, fogging fokus yaitu apabila ada warga terjangkit DB, harus ada laporan dari pihak rumah sakit dan paling tidak ada tiga warga mengalami panas berarti ada indikasi penularan. Baru bisa dilakukan fogging fokus. Kalau ada yang terjangkit demam berdarah, selama tidak ada penularan, pihak Puskesmas menganjurkan dilakukan PSN saja," urai Laste.
Ia menegaskan, fogging tidak bisa dilakukan setiap muncul kasus DBD. Sebab, tindakan itu harus sesuai SOP.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




