2 Santri Diduga Terjangkit DBD, Dinkes Kota Kediri Fogging Ponpes Al Ishlah

2 Santri Diduga Terjangkit DBD, Dinkes Kota Kediri Fogging Ponpes Al Ishlah Petugas saat melakukan fogging. Foto: Ist

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melakukan pengasapan atau fogging di Pondok Pesantren Al Ishlah, Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto. Langkah tersebut diambil setelah 2 santri dirawat di rumah sakit karena diduga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, menjelaskan bahwa fogging dilakukan di seluruh lingkungan ponpes, terutama titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

"Pengasapan dilakukan setelah mendapatkan laporan adanya dua santri yang (diduga) terkena DBD. Tujuan utama adalah untuk menekan angka populasi nyamuk agar tidak terjadi penularan lebih lanjut," ujarnya, Senin (12/1/2026).

Menurut dia, musim hujan menjadi faktor utama meningkatnya populasi nyamuk karena banyak genangan air yang menjadi sarang ideal.

Selain fogging, petugas juga mengimbau warga ponpes untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terbentuk genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

"Data yang dicatat oleh petugas menunjukkan bahwa sejak bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 telah tercatat sebanyak 5 kasus DBD di Kota Kediri. Kami memprediksi bahwa angka kasus DBD akan terus bertambah seiring dengan berjalannya musim hujan pada bulan Januari ini," kata Hendik. (uji/mar)