Ratusan warga yang mengatasnamakan pemuda enam desa ring 1 kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban menggelar aksi demonstrasi di depan pintu masuk perusahaan, Senin (24/1).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga yang mengatasnamakan pemuda enam desa ring 1 Kilang Minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban menggelar aksi demonstrasi di depan pintu masuk perusahaan, Senin (24/1).
Kedatangan massa dari Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, Sumurgeneng, Beji, dan Kaliuntu itu meminta perusahaan memprioritaskan masyarakat ring 1 dalam rekrutmen tenaga kerja. Selama ini, mereka menilai kebijakan yang dilakukan perusahaan tidak memihak kepada kepentingan warga lokal.
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
“Kami minta Pertamina memprioritaskan warga terdampak terkait rekrutmen security,” kata Koordinator Aksi, Suwarno kepada BANGSAONLINE.com.
Selain itu, mereka meminta Pertamina memutus kerja sama dengan PT PTC karena dinilai tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa. Sebab, sesuai dengan janji dan tujuan pembangunan, Pertamina harus memberi kesempatan dan edukasi terhadap warga terdampak.
“Keluarkan vendor maupun oknum di lingkup Project Pertamina yang tidak pro terhadap warga terdampak. Dalam rekrutmen tenaga kerja harus berkoordinasi dengan pihak desa,” imbuhnya.
"Jika Pertamina bisa memperkerjakan pensiunan yang notabene usia lanjut, kenapa kalau warga terdampak malah dihalangi dengan batasan usia," tegasnya.
Terkait aksi warga tersebut, perwakilan pegawai Kilang GRR Tuban Sholikin mengaku belum dapat memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Ia mengatakan harus berkoordinasi dengan pimpinan pusat yang ada di Jakarta. Untuk itu, pihaknya masih menunggu arahan secara resmi dari manajemen.
"Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan pimpinan, sehingga belum bisa memberi keputusan,” tuturnya singkat. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




