Sambut MEA, Risma Berharap Pembangunan Lebih Menyentuh Sumber Daya Manusia

Sambut MEA, Risma Berharap Pembangunan Lebih Menyentuh Sumber Daya Manusia Suasana musrenbang Kota Surabaya di ruang pola Bappeko. (Humas Pemkot Surabaya)

Beberapa hal lain yang menjadi perhatian walikota perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan Surabaya ini adalah perihal suplai air bersih. Terutama ketika musim kemarau dan juga pengurangan intrusi air laut yang masuk ke daratan. Walikota mengisahkan, dulu intrusi air laut yang naik ke daratan, bisa mencapai 70 persen. Sementara sekarang tersisa kurang dari 10 persen. “Saya senang warga usulkan banyak bozeem sehingga intrusi air laut terus berkurang. Sekarang tinggal sedikit,” ujarnya.

Harapan walikota agar usulan pembangunan tidak melulu berupa pembangunan infrastruktur, rupanya bisa ditangkap oleh warga Kota Surabaya. Ini terlihat dari adanya usulan warga untuk pengembangan potensi masyarakat di Musrenbang 2015. Salah satunya usulan dari warga Kecamatan Sambikerep.

Parmin, perwakilan dari Kecamatan Sambikerep mengatakan, untuk tahun ini, usulan pembangunan dari warga memang masih didominasi oleh pembangunan dan perbaikan sarana infrastruktur (fisik) seperti normalisasi saluran air dan juga saluran tepi jalan. Namun, ada beberapa usulan yang arahnya fokus kepada peningkatan kompetensi dan skill warga.

“Contohnya ada sekitar 15 warga yang mengajukan usulan pelatihan urban farming dan hidroponik. Juga usulan pelatihan pembuatan produk rumah tangga seperti keset atau sulak,” ujar Parmin.

Anggota DPRD Surabaya, Vincensius Awey menyatakan hal senada dengan walikota. Menurutnya, sudah seharusnya bila Musrenbang tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik semata, tetapi juga mengutamakan kesejahteraan warga dengan memperhatikan pendidikan dan kesehatan. Politisi Partai Nasdem ini menilai wajar bila sebagai kota perdagangan dan jasa, ada banyak orang yang tertarik datang ke Surabaya.

“Harapan kami tentu Surabaya jangan hanya cantik di luar tetapi juga cantik di dalam. Artinya, selain pembangunan fisik, juga pembangunan mental melalui pendidikan dan kesehatan. Itu yang penting. Karena tidak ada gunanya bila fisiknya baik tetapi yang lainnya di bawah rata-rata,” ujar Awey.

Sementara Kepala Bappeko Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji dalam sambutannya di awal acara mengatakan, kegiatan Musrenbang Kota Surabaya Tahun 2015 ini penting untuk mengetahui usulan-usulan pembangunan melalui partisipatif masyarakat secara bottom up (bawah ke atas). Dijelaskan Agus, sebelum pelaksanaan Musrenbang Kota Surabaya, telah dilaksanakan Musrenbang tingkat kecamatan dan juga tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Kegiatan ini untuk penajaman dan juga klarifikasi terhadap prioritas rencana pembangunan kota,” tegas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO