Walikota Mojokerto (tengah) saat membuka sosialisasi adipura. foto: Rochmad Aris/BangsaOnline.com
MOJOKERTO (BangsaOnline) - Sosialisasi adipura tahun 2015 dari Kementrian Lingkungan Hidup digelar di kota Mojokerto Selasa, (24/3). Bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi ini Kepala Pusat Pengelolaan Ecoregion Jawa (PPEJ) Yogyakarta, dan dari Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur.
Dibuka oleh Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, dalam sambutannya mengatakan, untuk menata kota Mojokerto menjadi hunian yang bersih, sehat, dan nyaman, tentunya ini membutuhkan motivasi dan partisipasi dari semua pihak.
BACA JUGA:
- DPRD Kabupaten Mojokerto Gelar Paripurna Hari Jadi ke-733
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
“Salah satu motivasi nya yaitu adipura, namun saya berharap kita bisa menata lingkungan bukan hanya karena ada penilaian adipura saja, tapi ini bisa menjadi karakter atau kebiasaan untuk peduli terhadap masalah lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Mas’ud, tiap hari Jum’at, di kota Mojokerto dilaksanakan kegiatan PSN terintegrasi, bersama SKPD di lingkungan Pemkot Mojokerto dan masyarakat setempat.
“Arah kegiatan ini adalah bagaimana agar kota Mojokerto menjadi kota sehat yang berlingkungan pendidikan, sehingga membuat masyarakat nyaman dan bangga dengan kota Mojokerto ini,” katanya.
Berdasarkan evaluasi Pantau 1 (P1) Adipura di kota Mojokerto tahun 2014/2015, Walikota mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti TPA dan TPST (Tempat Pemilihan Sampah Terpadu) harus benar-benar ditangani secara teknis sesuai petunjuk tim adipura dan harus ada kerjasama dengan KLH selaku leading sector adipura.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




