PCNU Pamekasan: Calon Rais Aam-Ketua Umum PBNU Harus ada “Kontrak Aswaja”

PCNU Pamekasan: Calon Rais Aam-Ketua Umum PBNU Harus ada “Kontrak Aswaja” Muktamar NU ke 32 di Makassar. foto: rmi.nu.or.id

“Media mereka tiap hari fokus menyebarkan paham, sedang media kita tak ada. Mereka punya belasan media, sedang NU tak punya. Ada TV Aswaja tapi sulit ditangkap di daerah,” katanya.

Kiai Abdul Ghoffar kemudian menimbang-menimbang track record dan ketegasan sikap dari beberapa figur calon Rais Aam yang muncul. Ia kemudian mengakui kalau Kiai Hasyim Muzadi selama ini paling getol membentengi dan memperjuangkan Aswaja.

”Tapi kalau Kiai Hasyim Muzadi bisa alhamdulillah,” katanya. Kiai Hasyim Muzadi selama ini memang paling getol membentengi Aswaja sehingga kelompok Islam kiri menyebut Kiai Hasyim Muzadi cenderung ke kanan dan fanatik Aswaja.

“Kalau itu (fanatik Aswaja) harus. Gak apa-apa (dicap fanatik Aswaja),” katanya. Sebab memang Aswaja inilah ciri utama dan identitas NU. “Kalau (Rais Am dan Ketua Umum PBNU) sudah berpaham luar (Aswaja) gimana,” katanya.

Karena itu Kiai Abdul Ghoffar minta calon Rais Am dan Ketua Umum PBNU berani membuat “kontrak jam’iyah” untuk memperjuangkan Aswaja.

“Jadi bukan kontrak jam’iyah untuk politik seperti selama ini. Kalau kontrak politik itu kan sudah biasa,” katanya. Apalagi pihak yang mempersoalkan figur calon Rais Aam tak boleh berpolitik justeru pengurus NU yang selama ini aktif dalam politik.

“NU kan tak pernah lepas dari politik,” kata Kiai Abdul Ghaffar sembari menegaskan bahwa Khittah selama ini selalu ditafsiri beragam.

Jadi, menurut Kiai Abdul Ghaffar, kini yang lebih penting untuk figur Rais Aam dan Ketua Umum PBNU adalah ketegasan dan keberaniannya memperjuangkan Aswaja, bukan masalah keterlibatan dalam politik.

Sebab kelompok Wahabi, Syiah dan Islam Liberal, kini sangat gencar menyerang paham Aswaja di daerah-daerah. Mereka bahkan mencetak dai nasional dengan dana yang besar. “Para da’i itu disediakan living cost (beaya hidup), diberi kendaraan, dan rumah ditanggung,” kata Kiai Abdul Ghoffar.

Lalu bagaimana syarat untuk calon Ketua Umum PBNU? Apa maksud Kiai Abdul Ghaffar soal perlunya reaktualisasi NU? Ikuti terus perkembangannya di BangsaOnline.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO