Puntung Rokok pun Jadi Problem Lingkungan, Aktivis di Kediri Edukasi Pecinta Alam Muda

Puntung Rokok pun Jadi Problem Lingkungan, Aktivis di Kediri Edukasi Pecinta Alam Muda Bima Nuryawan, Koordinator WWI Region Kediri saat memperagakan cara membuat asbak portabel di hadapan adik-adik Pramuka Saka Wana bakti di basecamp WWI di Desa Gabru, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Minggu (5/9). foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE.com

Menurut Bima, jenis ikan lokal di Indonesia itu ada ratusan. Tapi di antaranya terancam punah. Untuk melestarikan ikan lokal tersebut, ada beberapa ikan lokal yang sudah dibudidayakan.

"Beberapa ikan lokal yang sudah bisa dibudidayakan itu antara lain wader, uceng, hampala, dewa, bethik, gurami, nilem, tawes, udang galah, baung, dan muraganting," terang Bima.

Bima berharap, ke depan organisasi pecinta alam lebih memiliki peranan dalam meningkatkan kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas.

Eko, salah satu relawan senior, juga memberikan tips cara memilih pohon yang hendak ditanam untuk penghijauan. Menurut Eko, sebelum menanam pohon, harus dipelajari dulu lokasi tanam dan tanah yang hendak ditanami.

"Contoh tanaman kalindra. Tanaman ini cocok ditanam tanah yang gersang, karena bisa menyuburkan tanah," ujar Eko.

Sedang dr. Ari Purnomo Adi, Koordinator Relawan Peduli Lingkungan Kediri, berharap organisasi pecinta alam dapat menjadi pelopor dalam setiap program lingkungan hidup dan berkontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengan edukasi dan pemberian wawasan kepada para pecinta alam muda seperti adik-adik Pramuka Saka Wana Bakti dan Mapala ini diharapkan kelak mereka bisa menjalankan fungsinya sebagai relawan pecinta alam dengan baik. Karena di tangan merekalah, masa depan kelestarian alam atau lingkungan di Indonesia, berada," ujar dr Ari. (uji)