Bantu ​Tingkatkan Produksi Pangan, Bupati Kediri Serahkan Alsintan kepada Petani Grogol

Bantu ​Tingkatkan Produksi Pangan, Bupati Kediri Serahkan Alsintan kepada Petani Grogol Bupati Kediri Mas Dhito menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) didampingi Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana (Mas Dhito) menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian se-Kabupaten Kediri, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Pemberian alat pertanian dan benih kepada para petani di Kabupaten Kediri itu diharapkan bisa meningkatkan hasil panen bidang pertanian, yang merupakan sumber ketahanan pangan di tengah pendemi Covid-19.

Penyerahan (alat dan mesin pertanian) tersebut dilaksanakan di Lapangan Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Senin (23/8) pukul 16.00 sore.

Adapun jenis bantuan yang diberikan adalah pra panen (APBN) yang terdiri traktor roda 4 sebanyak 3 unit, traktor roda 2 sebanyak 30 unit, cultivator 10 unit, hand sprayer elektrik 32 unit, pompa air 4 diesel 17 unit, pompa air 3 diesel dan bensin 28 unit, dan rice transplanter 6 unit.

Sedangkan pra panen (APBD Provinsi Jatim) berupa traktor roda 2 tebu 2 unit dan pra panen (APBD Kabupaten Kediri) antara lain pompa air 63 unit, traktor roda 3 unit, cultivator 3 unit, dan alat pengolahan pupuk organik 26 unit.

Sementara bantuan pasca panen (APBN) berupa combi besar multiguna 1 unit, combi besar 1 unit, corn sheler mobile 1 unit, power thersher multiguna mobile 2 unit, dan rice miling 2 unit. Sedang pasca panen (APBD Prov Jatim) berupa corn seller mobil 2 unit dan power threser padi 4 unit, serta bantuan benih hortikultura.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana mengatakan bahwa sarana bantuan produksi pertanian itu sebenarnya sudah direncanakan sejak 5 bulan yang lalu. Namun, baru hari ini bisa terealisasi.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, para petani ini adalah sumber pangan. Atas arahan Bapak Presiden, maka bantuan ini diserahkan kepada petani. Saya berharap bantuan sarana produksi pertanian ini bisa meningkatkan produksi pangan," kata bupati yang karib disapa Mas Bup Dhito ini.

Dalam sesi tanya jawab, Bupati Hanindhito sempat mendapat keluhan dari beberapa perwakilan petani. Seperti disampaikan Hamelan, Petani Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen.

Hamelan mengungkapkan kendala pertanian di wilayah Semen, yaitu minimnya pengairan, karena sumber pengairan semuanya berasal dari pompa, sehingga biaya produksinya lebih besar. Sedangkan DAM Kembangan di Desa Sidomulyo perlu direvitalisasi.

Sedangkan Erna (Poktan Sidomakmur) meminta adanya pembangunan balai pertanian di Kecamatan Banyakan agar mudah berkoordinasi dengan penyuluh pertanian.

Sementara Sonawan, petani kopi dari Desa Jugo, Kecamatan Mojo menyatakan bahwa para petani membutuh pendampingan terkait cara menanam, memanen, hingga produksi kopi. Juga solusi stas banyaknya serangan hama tikus.

Menanggapi keluhan tersebut, Dhito menilai di masa pandemi seperti saat ini, sektor pertanian tidak terlalu terdampak. Karena apa yang ditanam merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan pengairan di Kecamatan Semen, ia berjanji akan berkoordinasi dengan BBWS untuk merevitalisasi DAM Kembangan di Desa Sidomulyo.

Untuk usulan balai pertanian, Dhito juga berjanji akan berupaya mewujudkannya. "Kemungkinan tahun depan," katanya.

Sedangkan untuk pengembangan biji kopi, Dhito akan menggandeng pihak swasta yaitu PT Gudang Garam untuk mengembangkan pertanian kopi di barat sungai.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo, Danramil 0809/05 Grogol Kapten Chb Tommy Wibisono, Kapolsek Grogol AKP Shokib Demyati, SH, perwakilan PPL se-Kabupaten Kediri, serta perwakilan Gapoktan penerima bantuan se-Kabupaten Kediri. (adv/kominfo)