Kamis, 29 Juli 2021 06:36

Wali Kota dan Forkopimda Pasuruan Ikuti Rakor Bahas Lonjakan Penderita Covid-19 Bersama Wapres

Kamis, 22 Juli 2021 11:27 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Supardi
Wali Kota dan Forkopimda Pasuruan Ikuti Rakor Bahas Lonjakan Penderita Covid-19 Bersama Wapres
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf bersama Wawali Adi Wibowo dan Forkopimda mengikuti rakor membahas lonjakan pasien Covid-19 bersama Wapres dan Menteri Kabinet.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf bersama Wawali Adi Wibowo dan Forkopimda mengikuti rapat koordinasi (rakor) membahas lonjakan pasien Covid-19 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual, Rabu (21/7). Rapat ini dihadiri Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Koperasi, Gubernur Jawa Timur dan Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur.

Saat memimpin rapat, Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa saat ini pemerintah fokus mengendalikan bed occupancy rate (BOR), penyediaan obat, oksigen, dan vaksin.

"Seharusnya oksigen tidak mengalami kelangkaan, Kemenkes juga mempunyai aplikasi pemantauan oksigen di setiap rumah sakit," ujar Ma'ruf Amin.

Wapres juga menyinggung masih rendahnya penyerapan anggaran Covid-19 di kabupaten kota, dan pelaksanaan PPKM darurat. Diharapkan kasus Covid-19 bisa menurun pada pelaksanaan PPKM level 4 sehingga kelonggaran untuk aktivitas perekonomian dapat diberikan.

BACA JUGA : 

Pemkot Pasuruan Upayakan Situasi yang Kondusif dalam Penyaluran Bansos di 4 Lokasi

Overload Pasien Covid-19 dan Tinggal 2 Dokter, RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan Ditutup

Gus Ipul Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Pasuruan

Bupati dan Wabup Lamongan Ikuti Launching Vaksinasi Anak dan Bumil Pada Peringatan Harganas ke-28

Sementara Gubernur Jawa Timur, Khofifah, menyampaikan kasus aktif Covid-19 memang naik secara signifikan dari 5,60% jadi 19,49%.  Kemudian tingkat keterisian rumah karantina secara terpusat stabil 60%, tetapi BOR di 164 rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai adalah 84%. Begitu juga rumah isolasi 82%, rumah sakit lapangan 68%, dan rumah observasi 57%.

"Masih banyaknya rumah sakit rujukan yang tidak menyediakan ICU sehingga lebih banyak mengirimkan pasiennya ke daerah lain. Untuk ruang ICU diharapkan tidak hanya ketersediaan tempat tidur tetapi diharapkan profesionalitas tenaga kesehatannya," beber Khofifah.

Sedangkan terkait dengan oksigen, Kemenkes sudah mengirim 200 oksigen konsetrator @5 liter ke Pemprov Jatim yang akan dikirim ke rumah sakit terjauh.

Dalam rakor ini juga dilaporkan vaksinasi per tanggal 20 Juli 2021 yang sudah mencapai 22,9 juta dosis vaksin. Kemudian ditambahkan vaksinasi anak usia 12 sampai dengan 17 tahun, sehingga sekarang kebutuhan Jawa Timur 31,8 juta dosis jatim tertinggi secara dosis. (par/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...