Bakal ​Sidang 21 Juli di PN Surabaya, Pebasket Dimaz Ikhlas CLS Tak Cabut Gugatan

Bakal ​Sidang  21 Juli di PN Surabaya, Pebasket Dimaz Ikhlas CLS Tak Cabut Gugatan Dimaz Muharri. foto: jpnn

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dimaz Muharri, salah satu mantan pemain basket terbaik Indonesia yang saat ini sedang menerima gugatan dari CLS Knights, mengaku ikhlas apabila klub terdahulunya itu mau terus melanjutkan gugatan. Hal ini dikarenakan kuasa hukum Dimaz, Antonius Youngky Adrianto meyakini berbagai upaya sudah dilakukan sejak awal somasi dikirimkan, namun CLS Knights hingga saat ini masih belum tampak berniat mencabut gugatan.

“Saya sudah mendampingi Klien kami Dimaz sejak sebelum gugatan dimasukkan. Dari awal, kami sepakat untuk memprioritaskan jalur kekeluargaan. Saya tahu betul Dimaz sudah mencoba mengontak orang-orang penting CLS Knights, namun hasilnya seperti yang bisa kita lihat sekarang, gugatan tetap berlanjut,” ujar Youngky.

“Secara formal pun, upaya sudah kami lakukan pada tahap mediasi di proses awal peradilan. Namun, ketika kami membuka diri untuk mediasi, pihak CLS Knights bersikeras melanjutkan gugatan. Padahal niatan kami baik karena kami paham gugatan ini lemah. Tapi mau bagaimana lagi. Jadi, kalau ada yang bilang CLS Knights dari awal ingin mendorong jalur mediasi, saya memohon sekali agar fakta jangan dibolak-balik,” ujar Youngky.

Dimaz menyatakan, “Sebagai warga negara yang taat hukum, saat ini, yang bisa saya lakukan adalah mengikuti jalur hukum yang dipilih CLS Knights. Walau saya yakin orang yang kenal saya tahu, saya ini selalu ingin hidup damai, tidak pernah ingin cari musuh. Tapi sebagai tergugat, saya bisa apa selain membela kebenaran diri di jalur hukum. Mohon izinkan saya untuk memperjuangkan fakta bahwa saya tidak salah,” jelasnya.

“Yang saya khawatirkan, gugatan ini dilayangkan hanya untuk menunjukkan siapa yang besar siapa yang kecil. Sebab, gugatannya terlihat sangat lemah. Terus terang, tidak ada kewajiban saya yang belum terselesaikan. Saya berharap gugatan ini bisa selesai dengan pencabutan sederhana,” ujar Dimaz. “Tapi, kalau memang gugatan ini mau dilanjutkan terus, saya hanya berpikir positifnya saja. Walau merasa didzolimi, saya berdoa semoga kasus saya bisa menjadi contoh untuk rekan-rekan saya seperjuangan para pemain basket. Semoga di kemudian hari atlet Indonesia lebih terlindungi,” tambahnya.

Dimaz mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berupaya mencarikan jalur mediasi. “Untuk teman-teman media, pemilik podcast, Perbasi, dan terutama teman-teman atlet basket di gerakan Satu Bola Satu Suara, saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman. Saya merasakan betapa basket Indonesia ini suportif. Jangan sampai hal-hal seperti ini melukai kekompakan kita. Kita harus tetap bersatu karena sebentar lagi Indonesia akan jadi tuan rumah piala dunia basket,” ujarnya.

Simak berita selengkapnya ...