PWNU Jawa Timur membentuk Tim Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19. foto: istimewa
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Meningkatnya kasus Covid-19 memunculkan permasalahan baru dalam penanganan jenazah. Antrean panjang pemulasaraan jenazah tidak hanya terjadi di rumah sakit, tapi juga di tengah masyarakat. Para petugas pemulasaraan jenazah di rumah sakit maupun para modin pun dikabarkan kewalahan.
Prihatin dengan situasi tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur membentuk Tim Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19.
BACA JUGA:
- Sukses Gelar Muskerwil di Tuban, PWNU Jatim Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
- Muskerwil PWNU Jatim Digelar di Tuban, Emil Dardak Ajak NU Bersinergi Bangun Daerah
- Gubernur Khofifah Dukung Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
- Seminar Pengusulan Pahlawan Kiai Yusuf Hasyim sampai Tengah Malam, Ini Kata Gubernur Khofifah
Nama-nama yang sudah terdaftar mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19 dari aspek medis dan syariat Islam pada Kamis (15/7/2021) pagi di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.
Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar menyatakan, sebagai organisasi sosial keagamaan, NU memang harus hadir memberikan manfaat dan menjadi solusi bagi masyarakat, terutama di masa-masa krisis seperti ini. Ia berharap, pelatihan ini segera ditindaklanjuti dengan membuka layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Saya sangat bangga dengan para relawan yang sudah mendaftar dan hadir dalam pelatihan ini. Sebab sekarang kondisinya memang benar-benar darurat. Saya berharap ini nanti berjalan dengan baik dan bisa diperluas ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur,” jelas Kiai Anwar saat menyampaikan arahan secara virtual dalam pembukaan kegiatan bersama Ketua dan Sekretaris PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar dan Prof. Akh Muzakki, Ph.D.
Menurut Kiai Anwar, masyarakat harus terus meningkatkan kepedulian kepada sesama di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. Pemerintah sudah bekerja sedemikian rupa namun sepertinya tetap kewalahan. Karena itu, selain mengikuti kebijakan pemerintah, masyarakat juga harus saling tolong-menolong dan bergotong royong.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




