Seminar Pengusulan Pahlawan Kiai Yusuf Hasyim sampai Tengah Malam, Ini Kata Gubernur Khofifah

Seminar Pengusulan Pahlawan Kiai Yusuf Hasyim sampai Tengah Malam, Ini Kata Gubernur Khofifah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutan dalam acara Istighotsah dan seminar pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai pahlawan nasional di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Rabu (28/5/2025) malam.. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ratusan kiai dan nyai dari berbagai daerah Jawa Timur mengikuti istighatsah dan seminar tentang pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai pahlawan nasional. Seminar itu digelar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Hadir sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara. Siapa saja? Bagaimana sikap yang masih berusia remaja (12 tahun, 7 bulan) ketika ayahnya, Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Rais Akbar PBNU, ditangkap? Di bawah ini, M. Mas’ud Adnan, wartawan BANGSAONLINE, melaporkan secara bersambung. Selamat mengikuti:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi acara istighatsah dan seminar pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai pahlawan nasional yang berlangsung hingga tengah malam.

“Acara seminar pahlawan sampai tengah malam, kalau bukan Yai Asep nggak ada,” kata Gubernur Khofifah sembari tersenyum saat memulai sambutannya dalam acara Istighotsah dan seminar pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai pahlawan nasional di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Surabaya, Rabu (28/5/2025) malam.

Acara seminar ini diawali dengan shalat malam 12 rakaat 6 salam, lalu istighatsah yang dipimpin Kiai Asep Saifuddin Chalim. Acara seminar ini juga dibarengkan dengan walimatus safar lil haj Kiai Asep bersama keluarga serta jemaah haji Amanatul Ummah.

Menurut Gubernur Khofifah, acara forum seminar semacam ini sangat penting untuk memperkuat ingatan kolektif bangsa atas jasa-jasa ulama atau kiai dalam memerdekaan Republik Indonesia dan menjaga keutuhan NKRI.

“Seminar malam ini bukan sekedar dukungan agar KH M Yusuf Hasyim dianugrahi gelar pahlawan nasional, tetapi juga sebagai upaya mendokumentasikan keteladanan beliau untuk generasi mendatang,” kata Ketua Umum Pembina Pimpinan Pusat Muslimat NU itu.

Menurut Khofifah, selama ini kelemahan kita ketika mencari referensi keteladanan sangat sulit karena kita selalu ikhlas sehingga sedikit sekali keteladanan para kiai yang terdokumentasi dan tertulis.

“Karena kita ikhlas, ikhlas, ikhlas,” kata Khofifah.

Menurut dia, sebagai tokoh sentral NU dan militer santri telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga keutuhan bangsa, termasuk keterlibatannya dalam pertempuran 10 November Surabaya dan melawan upaya penguasaan Madiun oleh kekuatan asing.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline

Sementara Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto sangat optimistis bahwa bakal ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Bupati Nganjuk Ziarah ke Makam Marsinah dan Usulkan Jadi Pahlawan Nasional':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO