Cek Penebangan Liar di Kawasan Sumber Air Kediri, Tim BKSDA Jatim Temukan Fakta Ini

Cek Penebangan Liar di Kawasan Sumber Air Kediri, Tim BKSDA Jatim Temukan Fakta Ini Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Kediri BKSDA Jawa Timur, Nur Muhammad Ndaru Sudiro (kiri) dan tim saat mengecek sumber Pawon/Alaska didampingi Anggota Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

Nana mengaku sudah dua hari ini mulai berdagang lagi. Selama pandemi ini, ia sama sekali tidak mempunyai penghasilan. Padahal ia harus menghidupi tiga orang anaknya. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain.

"Katanya dulu akan direlokasi di tempat yang berada di luar kawasan wisata. Tapi sampai saat ini, tempat relokasi itu belum juga dibangun. Makanya, kami terpaksa mendirikan warung lagi di tempat yang dulu," ujar Nana.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, penutupan wisata Alaska terjadi setelah pihak pengelola berseteru dengan para aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan.

Penutupan Wisata Alam Alaska yang sedang viral di dunia maya tersebut memang bukan karena ada pandemi Covid-19 seperti tempat-tempat wisata lainnya di Kabupaten Kediri, tapi karena atas desakan para aktivis lingkungan di Kediri.

Para aktivis resah atas rusaknya lingkungan di Kawasan Lindung Sumber Pawon yang beralih fungsi menjadi tempat wisata dengan mengorbankan lingkungan. Bahkan kasus dugaan penebangan pohon di Alaska ini sudah dilaporkan ke Polres Kediri.

Heri DK, Koordinator 1 Komunitas Oleng-Oleng menjelaskan, Wisata Alam Alaska mulai dibangun pada pertengahan tahun 2019 lalu. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Alam Alaska sudah dikenal dan banyak didatangi pengunjung.

"Sebenarnya kami tidak mempermasalahkan jika Kawasan Lindung Sumber Pawon dijadikan tempat wisata. Yang kami permasalahkan adalah rusaknya lingkungan akibat penebangan pohon di kawasan lindung tersebut," kata Heri yang juga anggota Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri Raya. (uji/ian)