Rabu, 04 Agustus 2021 23:14

ACT Kediri dan Lintas Komunitas Deklarasikan Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina

Rabu, 02 Juni 2021 14:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
ACT Kediri dan Lintas Komunitas Deklarasikan Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina
Fuad Fauzi, Ketua Relawan ACT Kediri saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - ACT (Aksi Cepat Tanggap) Kediri bersama beberapa komunitas kemanusiaan dan ormas di Kediri menggelar deklarasi sebuah lembaga yang bernama Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) di Rumah Makan di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, Rabu (2/6).

Fuad Fauzi, Ketua Relawan ACT Kediri, menjelaskan bahwa Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) adalah wadah perjuangan masyarakat sipil dunia berbasis spirit kemanusiaan untuk membebaskan Palestina dari segala belenggu penjajahan Israel.

"Demi terwujudnya perdamaian dunia maka penjajahan oleh Israel atas Palestina harus segera dihapuskan," kata Fuad Fauzi, Rabu (2/6).

Untuk itu, lanjut Fuad, Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) sebagai wadah gerakan civil society dunia menyampaikan pernyataan sikap dengan tegas bahwa: Penjajahan Israel atas Palestina harus segera dihentikan,

BACA JUGA : 

Gusdurian Peduli, Buat Peti Mati Untuk Diberikan Secara Gratis dan Dirikan Dapur Umum

Peduli Warga Isoman, Relawan Penyintas Covid-19 Kediri Bagikan Ratusan Nasi Kotak

Kibarkan Bendera Putih, Rakyat Tak Bisa Makan Politisi Masih Bicara Kursi

Gusdurian Mojokutho Kolaborasi dengan KOPI, Bagikan Sayuran ke Warga Gadungan yang Sedang Isoman

"Israel harus bertanggung jawab atas segala bentuk penderitaan kerugian apapun yang menimpa Palestina hingga saat ini," ujarnya.

Selain itu, lanjut Fuad, Israel harus menyatakan permohonan maaf kepada seluruh warga Palestina dan seluruh umat Islam di dunia disertai dengan janji kepada umat Islam dan kepada rakyat Palestina untuk tidak melakukan tindakan appaun yang akan menjadikan kembalinya penjajahan Israel kepada Palestina.

"Menolak Israel sebagai negara yang sah serta menolak solusi dua negara (Two-State Solution) yang merugikan Palestina. Palestina adalah sebuah negara berdaulat penuh dan harus dikembalikan keadaannya seperti sebelum 1948," tegasnya.

Ditambahkan oleh Fuad, bahwa KKIPP mengajak seluruh organisasi kemanusiaan dan berbagai elemen civil society dunia untuk bersinergi bergerak bersama dalam penghentian penjajahan Israel atas Palestina dalam agenda advokasi dan aksi-aksi kemanusiaan.

"Kami mendesak kepada PBB untuk memberikan kebebasan kepada rakyat Palestina dalam 5 aspek, yaitu membebaskan dari kelaparan dan kelangkaan pangan, membebaskan dari ancaman kematian dan kurangnya fasilitas kesehatan, membebaskan dari ancaman kehilangan pekerjaan dan lahan pertanian, membebaskan untuk mendapat fasilitas pendidikan yang layak, dan membebaskan dari penjajahan," tambahnya.

Usai menyampaikan pernyataan sikap, para peserta menandatangi piagam sebagai bukti dukungan atas kemerdekaan Palestina. "Mari bersama kita bersatu bebaskan Palestina untuk mewujudkan perdamaian dunia," tandas Fuad Fauzi. (uji/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...