Kamis, 29 Juli 2021 09:51

Anggap Isu Ultah Sengaja Dimainkan Pihak Tertentu, Relawan Khofifah se-Tapal Kuda Tetap Solid

Rabu, 02 Juni 2021 14:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Anggap Isu Ultah Sengaja Dimainkan Pihak Tertentu, Relawan Khofifah se-Tapal Kuda Tetap Solid
Temu relawan KIP se-Tapal Kuda di Cafe Gumitir, perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Isu kerumunan ulang tahun di Grahadi, Surabaya, beberapa waktu lalu, justru membuat Relawan Khofifah Indar Parawansa (KIP) se-Daerah Tapa Kuda, Jawa Timur, semakin solid. Mereka sama sekali tidak goyah sedikit pun untuk terus memberi dukungan kepada gubernur pilihannya tersebut.

Hal itu terungkap dalam acara temu relawan KIP se-Daerah Tapal Kuda yang berlokasi di Cafe Gumitir, perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi, pada Selasa (1/6/2021) sore.

Pertemuan tersebut dihadiri puluhan orang. Mereka adalah para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ketua tim relawan KIP dari Kabupaten Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

Pertemuan yang dipimpin oleh Abdul Aziz, relawan KIP dari Banyuwangi itu dilakukan untuk mendengar aspirasi dan masukan relawan se-Daerah Tapal Kuda.

BACA JUGA : 

Hari Anak Nasional, Gubernur Khofifah: Momentum Berikan Prioritas Vaksin untuk Anak 12 Tahun ke Atas

Bank Jatim Bantu Pemerintah Percepat Vaksinasi

Tunjang Faskes, Pemprov Jatim Sediakan Isi Ulang Oksigen Gratis bagi Warga Isoman dan Ambulans

Bantu Pemprov Wujudkan Herd Immunity, IKA Unair Gelar Percepatan Vaksinasi

“Kita tahu, relawan Bu Khofifah di Tapal Kuda sangat fanatik dan solid. Jadi kita sengaja berkumpul sore hari ini, setidaknya untuk meredam teman-teman relawan agar tidak bergejolak dengan adanya isu tersebut,” tutur Aziz lewat keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).

Pertemuan tersebut, lanjut Aziz, selain sebagai ajang silaturrahim, sekaligus untuk memastikan bahwa para relawan KIP masih solid dan satu barisan dengan gubernur.

Sebab sejak beredarnya isu kerumunan yang sengaja diembuskan oleh pihak tak bertanggungjawab, para relawan mulai gerah.

"Teman-teman relawan sebenarnya sudah yakin kalau Ibu Khofifah tidak biasa pesta ultah. Tapi karena isu itu terus dimainkan, teman-teman agak geregetan juga sebenarnya. Untungnya bisa diredam," tandasnya.

KH. Misbahuss Salam, relawan asal Kabupaten Jember juga menjelaskan, bahwa selama ini kerja KIP sudah banyak membuahkan hasil dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Timur.

Bahkan beberapa penghargaan atas prestasi kinerjanya sudah diterima oleh KIP. Di antaranya, Gatra Award kategori pejabat publik, sosok inspiratif penanganan, pengendalian, dan antisipasi dampak pandemi Covid-19, penghargaan sebagai pemimpin perubahan.

“Serta banyak lagi pengahargaan yang beliau dapatkan atas kinerjanya sebagai gubernur, termasuk baru baru ini Pemprov Jatim menjadapatkan WTP dari BPK RI,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Misbah, relawan akan terus mendukung dan membantu semua pelaksanaan program gubernur, sehingga rakyat Jawa Timur bisa terus merasakan manfaatnya. Kalaupun kemudian kinerja gubenur berdampak pada kepuasan rakyat, hal itu adalah hal lumrah.

“Bahkan kemudian banyak yang minta beliau maju untuk ke RI 1 atau RI 2 pada 2024 mendatang, kami tentu akan semakin solid mendukung. Makanya, kalau sekarang ada yang berusaha menjatuhkan nama beliau, kami anggap itu dinamika yang nggak sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pendukung Khofifah (KPK) Banyuwangi, Mochammad Khotib, menambahkan jika dia dan seluruh anggotanya se-Daerah Tapal Kuda tak goyah sedikit pun untuk terus mendukung gubernur pilihannya tersebut.

Terlebih, KPK yang berdiri sejak Pemilihan Gubenur Jatim 2008 tersebut sangat kenal dan paham dengan sosok KIP.

“Beliau orang yang sederhana. Kalau diisukan pesta ultah, kami anggap isu murahan dan kekanak-kanakan,” ujarnya.

Khotib menegaskan, sejak 2008 silam, para relawan khususnya KPK mendukung KIP bukan tanpa alasan. Tapi karena memang sudah mengenal sosok dan kepribadiannya. Sehingga ketika belakangan ini diisukan menggelar pesta ultah di tengah pandemi, hal itu dianggap sebagai permainan pihak tertentu.

“Sekarang ini yang minta ibu maju sebagai presiden dan wakil presiden banyak. Relawan semua masih solid. Jadi kami anggap isu itu terlalu murahan,” pungkasnya. (mdr/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...