Kamis, 29 Juli 2021 12:39

Cekoki Miras lalu Cabuli Gadis 17 Tahun, Warga Ngancar Kediri Diringkus Polisi

Minggu, 30 Mei 2021 13:55 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Cekoki Miras lalu Cabuli Gadis 17 Tahun, Warga Ngancar Kediri Diringkus Polisi
Tersangka PP (nomor 2 dari kanan) saat ditangkap petugas Satreskrim Polres Kediri. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Berbuat cabul, seorang pria berinisial PP (30), Warga Ngancar, Kabupaten Kediri harus berurusan dengan polisi. Ia dilaporkan orang tua korbannya dan diringkus di tempat persembunyiannya di Desa Sumberjati, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Kasatreskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Admadha Putra menjelaskan, penangkapan pelaku berawal saat petugas Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Kediri menerima laporan keluarga korban, sebut saja Bunga (17), atas dugaan pencabulan yang dilakukan PP.

"Menerima laporan dari keluarga korban, anggota Unit PPA Satreskrim Polres Kediri langsung melakukan serangkaian penyelidikan," kata Iptu Rizkika, Minggu (30/5/2021).

Peristiwa pencabulan itu sendiri terjadi pada Senin (24/5/2021) lalu. Pada saat itu, sekitar pukul 22.00 WIB, korban dihubungi pelaku melalui WhatsApp untuk datang ke rumah kontrakan pelaku.

BACA JUGA : 

Ringankan Beban Masyarakat, Polres Kediri Bagikan Sembako untuk Warga Pinggiran Eks Lokalisasi

Wali Kota Kediri Tinjau Penyaluran Bantuan Sosial Beras untuk 21.998 KPM

Masih Pandemi, Ritualan 1 Suro di Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kembali Ditiadakan

Segera Dirikan RSDS, Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Tinjau Lokasi di Bekas Kantor Dispertabun

"Rumah korban dan kontrakan pelaku memang tidak jauh. Akhirnya korban datang dengan jalan kaki. Setiba di rumah kontrakan pelaku, korban spontan kaget karena banyak teman pelaku yang sedang menggelar pesta minuman keras," terang Iptu Riskika.

Korban sengaja diminta datang di rumah kontrakan pelaku ini, untuk diajak minum-minuman keras hingga mabuk. Setelah mabuk, teman-teman pelaku pergi, hingga di rumah kontrakan itu tinggalah pelaku dan korban. Dalam keadaan sepi itu, korban disuruh menutup pintu jendela oleh pelaku. Alasannya, agar tidak ketahuan ibu korban.

"Pada saat korban menutup jendela, pelaku mengikuti korban dari belakang. Saat itu juga pelaku langsung menarik tangan korban dan mendorong korban ke tempat tidur. Korban yang terpengaruh miras tidak berdaya dan jatuh ke tempat tidur," ujar Rizkika.

Kemudian, pelaku melakukan aksinya dengan mengajak korban untuk berhubungan intim layaknya suami istri. Bila korban tidak menuruti, pelaku mengancam akan menyebarkan video korban saat mandi.  Pelaku diduga merekam korban saat sedang mandi tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

"Korban sempat melakukan perlawanan. Namun, korban tidak bisa menolak ajakan pelaku karena takut mendapat ancaman dari pelaku akan menyebarkan video korban sedang mandi," imbuhnya.

Apes, saat hendak disetubuhi, ternyata korban sedang menstruasi. Sehingga pelaku yang pada saat itu nafsu bejatnya di ubun-ubun berusaha melampiaskan hasratnya dengan meraba-raba korban.

"Korban pun berusaha melarikan diri dan akhirnya berhasil. Setelah kejadian itu, korban bercerita kepada orang tuanya. Pihak keluarga korban kemudian melapor ke polisi," ujar Rizkika.

Sementara itu, di hadapan polisi, pelaku mengaku tidak mempunyai video korban yang sedang mandi. Pelaku hanya mengaku punya video itu untuk menakut-nakuti korban agar mau disetubuhi..

"Pelaku ternyata tidak mempunyai rekaman video korban sedang mandi. Pelaku sendiri saat ini masih dimintai keterangan," pungkas Iptu Rizkika. (uji/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected]com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...