Mukti, pedagang telur di Pasar Banjaran Kota Kediri saat menunjukkan dagangannya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Lingkungan Ngadisimo Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri dihebohkan dengan kabar adanya telur palsu yang dijual di pasaran, Minggu (16/5). Bahkan, kabar ini sampai viral di medsos.
Menyikapi hal ini, Lembaga Perlindungan Konsumen Kediri langsung bertindak dengan mendatangi tempat di mana ada temuan dugaan telur palsu di Lingkungan Ngadisimo tersebut.
BACA JUGA:
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
- Libur Panjang Bikin SLG Kediri Dipadati Wisatawan, Parkir Dibuka Penuh
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lembaga Perlindungan Konsumen Kediri Disperindag Provinsi Jatim, Lucky Kristian, menjelaskan bahwa timnya melakukan asistensi ke rumah Linda warga Lingkungan Ngadisimo Kelurahan Ngadirejo, pemilik telur ayam ras yang diduga palsu itu.
"Hasilnya, secara kasat mata telur tersebut sebenarnya asli, tapi diduga penjual tidak memberi keterangan yang jelas pada konsumen soal masa penyimpanan atau penggunaan terbaik telur," ujarnya, Minggu (16/5) sore.
Lucky mengatakan, berdasar keterangan Linda, dia membeli telur tersebut sekitar satu minggu sebelumnya di Pasar Banjaran, Kota Kediri. Telur kemudian disimpan di dalam kulkas.
"Kesimpulan sementara yang didapat tim, telur yang diduga palsu itu merupakan telur infertil (gagal menetas). Telur ini kondisinya rusak dan tidak layak dikonsumsi masyarakat," kata Lucky.
Linda memang mengaku mendapatkan telur tersebut dengan harga relatif lebih murah dibandingkan umumnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




