Sabtu, 19 Juni 2021 20:14

Habiskan RP 8 M untuk Sedekah Selama Ramadan, Kiai Asep: Inilah Manisnya Iman

Minggu, 09 Mei 2021 13:58 WIB
Editor: mma
Habiskan RP 8 M untuk Sedekah Selama Ramadan, Kiai Asep: Inilah Manisnya Iman
Pembagian beras, sarung, jarik (sarung wanita) dan uang di Masjid Kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur. foto: mma/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Ulama miliarder tapi dermawan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. menghabiskan Rp 8 miliar untuk sedekah selama bulan suci Ramadan. Tapi pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerkto itu tak sedikit pun punya rasa eman.

“Inilah manisnya iman,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.com, Ahad (9/5/2021).

Kiai Asep lalu menjelaskan rincian uang Rp 8 miliar itu. Menurut dia, selama Ramadan dirinya menyiapkan beras sebanyak 200 ton. Bahkan akan nambah lagi 40 ton.

“Kalau 200 ton kan uangnya Rp 2 miliar,” jelas Kiai Asep. Lalu ditambah sarung senilai Rp 2 miliar. Kiai Asep selain memberikan beras memang selalu memberikan sarung.

BACA JUGA : 

Haflah Akhirussanah, Kiai Asep: 100 Lebih Santri Amanatul Ummah Diterima di PT Luar Negeri

​Bangun Rumah Janda Mojokerto yang Terbakar, Kiai Asep: Kita Harus Malu pada Ibu Gubernur Khofifah

Di Depan 200 Ulama, Kiai Asep Buka Rahasia Sukses Bisnis di Pesantren

TGB Zainul Majdi Minta Gus Bara Jadi Ketua Alumni Al-Azhar Jatim

Kemudian uang tunai sebesar Rp 4 miliar. “Setiap orang kita beri beras 5 kg, sarung, dan uang Rp 100 ribu. Tapi ada juga yang kita kasih Rp 1 juta dan Rp 6 juta per orang,” tutur Kiai Asep.

(Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. foto: mma/bangsaonline.com)

Kiai Asep memberikan sedekah itu menjelang buka puasa. Mereka diundang ke Masjid Kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Mereka diajak istighotsah dan doa bersama untuk bangsa dan negara, serta doa untuk diri kita sendiri. Lalu buka bersama dan salat maghrib berjamaah.

Menurut Kiai Asep, sedekah tak bisa dikalkulasi secara rasional. Dalam hitungan akal, kata Kiai Asep, setiap harta yang dikeluarkan pasti akan berkurang dan bahkan bisa habis.

Tapi dalam sedekah, perhitungan rasional itu tak berlaku. Sebab ada Hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa sungguh harta yang disedekahkan tak akan berkurang sedikit pun. Sebaliknya, justru akan semakin bertambah banyak.

Bahkan Hadits lain menyebutkan bahwa sedekah adalah untuk memancing datangnya rezeki.

“Inilah keajaiban sedekah,” kata Kiai Asep.

Kiai Asep mengaku merasakan betul keajaiban itu. “Kalau uang Rp 8 miliar itu tidak kita sedekahkan, saya tak akan punya uang,” kata putra KH Abdul Chalim, salah seorang ulama yang ikut andil mendirikan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keagamaan terbesar di Indonesia bahkan dunia itu.

Kiai Asep mengibaratkan sedekah itu seperti air sumur. Menurut dia, air sumur selalu tetap, tak pernah penuh. “Tapi jika kita timba akan nyumber lagi dan terus nyumber,” kata Kiai Asep.

Sebaliknya, jika air sumur itu tak kita timba, maka justru menimbulkan banger atau bau tak enak. Karena itu Kiai Asep tak pernah berhenti bersedekah. (mma)

VIDEO TERKAIT

Gelar Pertemuan, Anggota Poktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota Gapoktan Sumber Rejeki mendatangi rumah Sumadi, yang juga menjabat kepala Dusun, untu...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...