Kamis, 24 Juni 2021 19:56

Soal Penangguhan PAW Bawaslu Surabaya, Pengamat Hukum: Taati Aturan Regulasi, Jangan Saling Jegal

Kamis, 29 April 2021 18:23 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Soal Penangguhan PAW Bawaslu Surabaya, Pengamat Hukum: Taati Aturan Regulasi, Jangan Saling Jegal

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pelantikan PAW Komisioner Bawaslu Kota Surabaya yang ditangguhkan sementara tanpa adanya kepastian, menuai perhatian beberapa pihak. Salah satunya, yakni dari Pengamat Hukum Dr. Dodik Wahyono, S.H., S.E., M.M., M.H.

"Sebelumnya isu masa lalu, sekarang isu mantan caleg. Selanjutnya, apalagi kira-kira. Belum jadi sudah saling jegal, bagaimana kalau sudah jadi, apa tidak bikin atasannya khawatir dijegal juga. Kenapa bisa begitu, karena mereka muda dan potensial, ada yang tidak menginginkan mereka. Ya diduga keras, orang yang gagal move on,” ungkapnya, Kamis (29/4/2021).

Dodik menyarankan calon kandidat duduk bersama untuk mendiskusikan hal yang lebih besar dari sekadar saling menjatuhkan demi popularitas masing-masing. Misalnya, soal mengawal demokrasi.

"Seharusnya duduk bersama, diskusi tentang demokrasi. Melakukan penekanan yang kuat terhadap dukungan terhadap sesama kandidat. Membicarakan soal kebijakan-kebijakan kepemiluan yang lahir harus terukur dan berkepastian hukum. Bagaimana prinsip dan semangat collective collegial untuk mewujudkan prinsip keseimbangan (check and balance) sesama komisioner terbangun. Belum jadi komisioner sudah saling menjatuhkan. Kalau tidak mempunyai prinsip dan semangat collective collegial, kasihan pimpinan setingkat di atasnya. Apalagi dalam timnya, bisa ambyar," ujar dosen sebuah perguruan tinggi ini.

BACA JUGA : 

Persiapan Pemilu Serentak 2024, Bawaslu Kota Surabaya Dikunjungi Komisi II DPR RI

Ajak Stakeholder, KPU Surabaya dan Bawaslu Gelar Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Begini Tanggapan Bawaslu Surabaya Soal Wacana Pemekaran Dapil dalam Pemilu 2024

​Bawaslu Kota Surabaya Serahkan Laporan Hasil Pengawasan Pilkada 2020 ke Pemkot dan DPRD

Dia menambahkan, secara kelembagaan maupun individu-individu komisioner bawaslu, pihak yang melakukan fit and proper test (FPT) sudah sesuai amanah undang-undang dan regulasi yang ada.

"Pertanyaannya, kenapa pada saat pasca-FPT dan ada pengumuman diam saja. Jika ada penyimpangan aturan dan undang-undang terkait hal tersebut, kan ada DKPP. Beliau-beliau ini (Timsel dan Bawaslu) orang-orang pilihan loh, yang kapasitasnya mumpuni sudah tidak diragukan lagi baik tingkat pusat hingga provinsi. Meremehkan lembaganya sendiri, calon komisioner masa gitu,” pungkasnya. (nf/zar)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Kamis, 24 Juni 2021 07:56 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejak Covid-19 melonjak lagi secara drastis, penanganan Covid-19 tampak kewalahan. Vaksinasi belum maksimal. Alternatif lain belum mendapat izin. Bahkan konvalesen kini jadi barang langka.Benarkah? Silakan simak tuli...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...