Ketua Baznas Jatim Prof Dr KH Ali Maschan Moesa MSi saat sambutan
SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur (Baznas Jatim) menggelar Rakor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) membahas strategi penguatan dan perluasan sektor pengumpulan zakat jelang momen bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M bertempat di Hotel Neo+ Waru, Sidoarjo, Rabu (4/2/2026).
Ketua Baznas Jatim Prof Dr KH Ali Maschan Moesa MSi mengatakan bahwa perolehan zakat hingga bulan suci Ramadan 2026 nanti diperkirakan sudah melebihi angka tahun lalu yang berada di angka Rp 6 miliar. Ia berharap, Ramadan tahun ini bisa mencapai Rp 7 miliar.
"Kami menargetkan Rp 7 miliar pada tahun ini, yang nantinya akan disalurkan melalui berbagai program sosial. Seperti santunan anak yatim, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,' ucapnya.
Menurutnya, kenaikan target itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, pihaknya melihat kesadaran masyarakat dan lintas sektor di Jawa Timur ini semakin tinggi dalam melakukan zakat, infak, dan sedekahnya.
"Di sisi lain, Baznas Jatim terus berkomitmen membantu Pemerintah (Pemprov Jatim) dalam upaya pengentasan kemiskinan. Salah satunya di tengah tantangan kondisi ekonomi global," sebutnya.
KH Ali Maschan menuturkan bahwa penyaluran zakat tersebut telah sesuai regulasi melalui sejumlah program. Mulai Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Peduli, dan Jatim Takwa.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim) Dr Akhmad Sruji Bahtiar yang turut hadir menuturkan bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah mesin pencetak pahala yang memberikan manfaat.
Ia mengungkapkan bahwa UPZ Kemenag Jatim terhitung selama satu bulan terakhir hingga hari ini sudah mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah total Rp 12 miliar dan akan terus ditingkatkan dalam satu tahun mendatang.
"Target saya Rp50 miliar, karena saya sudah berhitung, ASN di Kemenag Jatim ada 36 ribu orang. Seandainya per orang Rp1 juta, sudah Rp36 miliar. Sementara, murid-murid kita jumlahnya 2 juta. Kalau 10 ribu-an saja, itu sudah Rp 20 miliar," ungkapnya.
Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono, Koordinator Tim Bina Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jatim Kaboel Widodo turut mengapresiasi jajaran BaznasJatim sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang telah bekerja sesuai UU No 23 Tahun 2011.
Kaboel mengatakan, UPZ bukan sekadar pengumpul zakat, tetapi juga ujung tombak pengumpulan zakat bagi ASN di UPT masing-masing dan kemudian mendistribusikan kepada mustahik berdasarkan data yang terus diperbarui.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat terbantu oleh Baznas. Banyak permasalahan yang tidak terkaver oleh APBD, dikaver oleh Baznas. Oleh karena itu, sinergi sangat diperlukan," tandasnya. (ari/van)







