Rabu, 23 Juni 2021 14:57

Akrab dengan Reyog Ponorogo, Kanit Laka Polresta Sidoarjo: Tangan dan Kaki Saya Menari Tanpa Sadar

Kamis, 29 April 2021 17:36 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy Herlambang
Akrab dengan Reyog Ponorogo, Kanit Laka Polresta Sidoarjo: Tangan dan Kaki Saya Menari Tanpa Sadar
Kanit Laka Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyo saat menjalani tugas memerankan sosok Mbah Bejo.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Masih ingat sosok Mbah Bejo yang dperankan oleh Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka) Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistiyono?

Mbah Bejo merupakan ikon yang dipakai Polresta Sidoarjo dalam menyosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo yang selalu mengundang perhatian masyarakat dalam setiap aksinya itu.

Dengan berpakaian ala seorang ksatria jawa kuno yang sakti madraguna, ia mempunyai senjata pamungkas 5M. Pakaian yang dikenakannya pun identik dengan yang dipakai oleh seorang seniman Reyog Ponorogo.

Bukan suatu kebetulan AKP Sugeng memilih pakaian khas kesenian Reyog Ponorogo tersebut. Belakangan diketahui, AKP Sugeng sangatlah akrab dengan kesenian asli asal Kabupaten Ponorogo itu. Bagaimana kisahnya?

BACA JUGA : 

Sukseskan Gerebek Vaksinasi Jawa Timur Untuk Percepat Penanggulangan Covid-19

Pemohon SIM di Satlantas Polresta Sidoarjo Dapat Vaksinasi Covid-19 Gratis

Jelang ​Hari Anti Narkotika Internasional, Polresta Sidoarjo Gelorakan Imbauan Perang Lawan Narkoba

Tiap Hari Minggu, Polresta Sidoarjo Rutin Lakukan Pengamanan Gereja

Kanit Laka Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono mengungkapkan sudah sejak lama mencintai kesenian budaya lokal Reyog Ponorogo tersebut, tepatnya sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Menariknya, seorang perwira polisi angkatan 2010 ini mengaku juga tidak bisa membiarkan tubuhnya diam saat mendengar alunan musik khas pengiring kesenian reyog.

"Rasanya ingin menari, itu murni. Tangan dan kaki menari seperti tanpa sadar. Rasa-rasanya sudah mendarah daging dengan kesenian reyog," cetusnya. Kamis (29/4/2021).

Pria kelahiran Kecamatan Kebonsari, Madiun, 17 Juni 1971, dan yang kini dikarunia tiga anak yaitu, Bripda Esthy Prabawati, anggota di Polres Jombang, Bripda M. Firmansyah Akbar berdinas di Polresta Sidoarjo, dan Zahara Kamila Husnah ini menceritakan awal mula dirinya mencintai budaya reyog.

Saat itu, disadari Sugeng, bakat memainkan kesenian reyog dirasakannya saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sekitar 1985, yang saat itu dirinya menginjak kelas 6 SD.

Terlebih, Sugeng merupakan keturunan keluarga pecinta kesenian Reyog Ponorogo. Ayahnya Toemiran, bersama kakeknya, Eyang Kertoyadi sudah lama memiliki alat musik pengiring kesenian reyog. Mulai dari alat musiknya, termasuk dadak meraknya, atau topeng yang biasa digunakan untuk tarian reyog.

"Saya bisa karena sering melihat kru paguyuban reyog, ayah dan kakek saya sedang latihan. Karena senang, dan saya cinta seni itu saya belajar. Dan akhirnya bisa menjadi Penari Bujang Ganong," terangnya.

(Kanit Laka Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistyo bersama istri dan ketiga anaknya)

Tampil di Depan Presiden Soeharto

Seiring berjalannya waktu, suami Ny. Sri Wahyuni ini terus belajar mendalami kesenian reyog, khususnya menjadi Penari Bujang Ganong sampai mahir.

Bahkan, Sugeng mengaku sempat merasa aneh dengan dirinya sendiri. Sebab, terkadang tanpa disadarinya, Sugeng mampu menciptakan model tarian sendiri.

"Banyak sekali model tariannya seperti, tarian model jeblak, colok, dan lainnya. Tapi anehnya, itu saya merasa ingin melakukan model tarian sendiri," jlentrehnya.

"Model tarian bumi dan langit dijadikan satu kekuatan ini modelnya tangan menapak bumi dan kepala menengadah ke langit, muncul saja seperti naluri dalam diri saya. Bahkan, terkadang bukan saya yang mengikuti alunan musik, tapi malah sebaliknya, saya dikejar kendang," urainya.

Namun, untuk bisa terus mencintai kesenian budaya reyog khas daerah Ponorogo, Sugeng juga tidak lepas dari suatu perjuangan.

Ia sempat ditentang oleh orangtuanya sendiri. Sugeng diminta agar fokus mengemban pendidikan di jenjang SMA.

Meskipun, keahliannya dalam memainkan tarian Bujang Ganong hingga sering diundang untuk tampil di sebuah acara hajatan seperti khitanan, pernikahan, dan lainya itu harus sementara waktu ditinggalkannya.

Sugeng menambahkan, selain perjuangan dan kecintaanya terhadap kesenian reyog juga memberinya kenangan yang berkesan.

Saat itu, ia bersama salah satu teman sekolahnya di SMP 1, Dolopo yaitu, Reni terpilih mewakili sekolah menampilkan kesenian reyog di acara kebudayaan tingkat nasional. Dan disaksikan secara langsung oleh Presiden Soeharto sekitar tahun 1986.

"Saat itu, tampil di acara Pramuka tingkat nasional, dan dalam kegiatan perkemahan di Cibubur itu, setiap peserta diminta panitia untuk menampilkan seni khas kebudayaannya masing-masing. Di situ saya tampilkan Tarian Bujang Ganong, Kesenian Reyog Ponorogo," kenangnya.

"Alhamdulillah, selama saya bisa memainkan Tarian Bujang Ganong, selain saya bersyukur bisa ikut melestarikan budaya, juga banyak hal yang telah didapatkan dari itu. Oleh itu, jika diberikan kesempatan, ingin sekali mendirikan Paguyuban Kesenian Reyog, bersama teman-teman kepolisian di sini," pungkasnya. (cat/ian)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Rabu, 23 Juni 2021 06:20 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perang Diponegero melawan penjajah Belanda menimbulkan korban luar biasa. Ribuan penjajah Belanda tewas. Begitu juga para pejuang Indonesia. Bahkan Belanda sempat kewalahan.Perang Diponegoro pecah karena penjajah Beland...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...