Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meninjau ruang pelayanan hemodialisis di RSUD Bangil.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Upaya RSUD Bangil untuk meningkatkan layanan kesehatan di bidang unit hemodialisis terus dilakukan. Salah satunya dengan menambah mesin hemodialisis, dari sebelumnya hanya 9 unit, kini menjadi 36 unit.
Ini dilakukan seiring dengan meningkatnya pasien pengidap penyakit ginjal yang berobat ke RSUD Bangil. Alat hemodialisis baru ini diremsikan Kamis (15/4) lalu.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kesepian, Pasien RSUD Bangil Pasuruan Kabur dengan Kondisi Infus Terpasang
- Bupati Pasuruan Sampaikan LKPJ 2025 di Sidang Paripurna DPRD
- Walkot Pasuruan Gelar Bukber Tokoh Agama, Tegaskan Komitmen Peningkatan Potensi Kota dan RPJMD
Dirut RSUD Bangil dr. Arma Rosalina menyampaikan bahwa pelayanan hemodialisis di RSUD Bangil sudah ada sejak 4 April 2016. "Mesin yang dimiliki awalnya sebanyak 9 unit. Seiring perkembangan waktu serta hasil feasibility study, kebutuhan layanan hemodialisis semakin meningkat dengan tingginya daftar antrean pasien yang memerlukan hemodialisis, sehingga diperlukan penambahan mesin baru," ungkapnya.
Menurut dr. Arma, sekitar 0.08 persen atau 1.285 jiwa dari jumlah penduduk di Pasuruan yang mencapai 1.605.969 jiwa, mengalami Chronic Kidney Disease – End Stage Renal Disease. Idealnya, kata dr. Arma, dari jumlah pasien CDK - ESRD sebanyak itu, seharusnya di Pasuruan Raya tersedia sebanyak 428 mesin.
"Untuk itulah RSUD Bangil berupaya untuk menambah kapasitas layanan hemodialisis," jelasnya saat memberikan sambutan peresmian gedung baru instalasi hemodialisis yang memanfaatkan gedung eks IGD, Kamis (15/4/2021).

(Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf memotong pita tanda diresmikannya layanan hemodialisis RSUD Bangil)
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




