Kamis, 13 Mei 2021 10:22

Dulu, Ponpes Kapurejo Gunakan Jam Istiwak untuk Tentukan Waktu Salat

Sabtu, 17 April 2021 16:59 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Dulu, Ponpes Kapurejo Gunakan Jam Istiwak untuk Tentukan Waktu Salat
KH. Mochamad Chamdani Bik (Gus Ibik) menunjukkan jam rubuk atau jam matahari yang berada di halaman Pondok Pesantren Kapurejo Kediri, Sabtu (17/4/2021). foto: Muji Harjita/ bangsaonline.com.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dulu untuk menentukan waktu salat, Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menggunakan jam rubuk atau jam matahari atau disebut juga jam istiwak.

Jam matahari merupakan cekungan dari kuningan atau perak yang terdapat angka-angka dan di atasnya ada besi berbentuk paku dengan posisi horizontal mengarah ke utara dan selatan. Prinsip kerja jam tersebut adalah menggunakan bayangan dari jarum di atas cekungan.

KH. Mochamad Chamdani Bik, putra pertama Mbah Mochamad Sodik, Pengasuh Pondok Pesantren Kapurejo, menjelaskan berdasarkan penuturan dari para sesepuh pondok, jam istiwak ini dulunya digunakan untuk menentukan waktu salat. Sebelum ditemukan jam seperti saat ini.

"Istilahnya jam istiwak atau waktu siang jam 12, waktunya salat duhur. Masuknya waktu salat duhur ditandai dengan bayang-bayang paku berada pada angka 12. Jam 12 menurut jam ini pas titik matahari lurus (bayangan paku) belum tentu jam 12 tepat. Bisa saja masih jam 11.30 kalau mengacu pada WIB. Istilahnya istiwak itu adalah waktu ibadah," kata Gus Ibik, sapaan Chamdani Bik, kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (17/4).

BACA JUGA : 

Warga Kediri Tewas Terkena Ledakan Petasan yang Dibuatnya Sendiri, Tubuh Putus Menjadi Tiga Bagian

Larang Takbir Keliling, Polres Kediri Kota Siapkan 12 Titik Penyekatan

Polres Kediri Kota Salurkan Zakat Fitrah dan Mal ke Sejumlah Yayasan

Razia Balap Liar, Polres Kediri Amankan Puluhan Sepeda Motor

Sedangkan untuk menunjukkan masuk waktu salat ashar, bayang-bayang paku menunjuk angka 3 atau pada bayangan 45 derajat. Kemudian masuknya waktu maghrib ditandai ketika matahari sudah terbenam dan bayangan paku sudah tak tampak lagi. Sementara, saat awal matahari terbit hingga sebelum masuk waktu duhur bisa sebagai penanda waktu salat dhuha.

Menurut Gus Ibik, sekarang takmir masjid tidak memakai jam matahari itu lagi sebagai patokan waktu salat. Meski begitu, lanjut Gus Ibik, jam tersebut tetap dirawat karena keberadaannya menjadi saksi sejarah kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Kapurejo, termasuk saat Ramadan kala itu.

Seperti diketahui, sebelum ada teknologi seperti sekarang ini, orang-orang zaman dahulu menentukan waktu siang dan malam melalui sebuah jam matahari (sundial). Jam matahari pertama kali digunakan sekitar 3.500 tahun sebelum Masehi. Jam ini menunjukkan waktu berdasarkan pada posisi matahari. (uji)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...