Senin, 10 Mei 2021 02:49

Diduga Depresi, Ibu Dua Anak di Mojokerto Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Jumat, 09 April 2021 18:06 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Soffan Soffa
Diduga Depresi, Ibu Dua Anak di Mojokerto Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Api
Sisa potongan jasad korban saat dievakuasi petugas.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Diduga depresi, Siti Ulifah (32), ibu rumah tangga warga Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto nekat mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri ke Kereta Api Bima jurusan Jakarta-Surabaya yang melintas di lokasi kejadian.

Saat ditemukan warga pukul 05.00 WIB, tubuh korban kondisinya sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian di sepanjang rel KA di Dusun Wates Lor, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Usai mendapatkan laporan, polisi langsung mendatangi lokasi dan langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya dengan dibantu warga dan relawan, petugas mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenasah RS Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Dari keterangan suami korban, dirinya tidak mengetahui korban keluar rumah pukul berapa. Selama ini keluarganya tidak ada masalah. "Terakhir melihat istri saya jam 2 pagi di rumah,” tegas Juprianto.

BACA JUGA : 

Hafidz Asal Mojokerto Terpilih Imam Masjid Besar di UEA, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Gerebek 3 Home Industry Petasan, Polres Mojokerto Sita 70 Kg Peledak dan Ribuan Petasan Siap Edar

Bagi-bagi Takjil Relawan Gus Barra Menyasar Wilayah Ngoro Industri

Disparpora Mojokerto Minta Pengelola Wisata Patuhi Prokes Selama Liburan

Menurut pengakuan Jupri, istrinya mengalami depresi selama satu bulan terakhir dan mengeluh tidak bisa tidur.

Kapolsek Trowulan Kompol Subianto mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan bunuh diri ibu ibu dua anak itu tersebut.

“Masih kita lakukan penyelidikan, kita minta keterangan saksi mata dan pihak keluarga,” ujarnya.

Menurut keterangan petugas PT KAI, berdasarkan informasi dari masinis Kereta Api Bima, bahwa korban duduk di tengah rel kereta api. Sebelum akhirnya tertabrak kereta api.

“Lokasi kejadian bukan di seputaran palang pintu dan sudah dilakukan klakson berkali-kali oleh masinis, namun korban tidak berpindah tempat sehingga korban tertabrak,” pungkasnya. (sof/ian)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...