Jumat, 07 Mei 2021 22:44

Produk Beras Lamongan Lebih Sehat dan Berkualitas, Bupati Yuhronur Apresiasi Inovasi DTPHP

Selasa, 06 April 2021 16:12 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Produk Beras Lamongan Lebih Sehat dan Berkualitas, Bupati Yuhronur Apresiasi Inovasi DTPHP
Bupati Yuhronur dan Wakilnya Abdul Rouf didampingi Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Lamongan Sujarwo saat panen raya. (foto: ist)

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Total produksi padi Kabupaten Lamongan sebesar 1.172.965 ton Gabah Kering Giling (GKG) di tahun 2020 menobatkan Lamongan sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Bahkan, Kabupaten Lamongan masuk lima besar penyumbang padi terbesar tingkat nasional dengan surplus beras sebanyak 564.139 ton di tahun 2020.

Menurut Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Lamongan Sujarwo, hal tersebut harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui DTPHP membuat inovasi Manajemen Tanaman Sehat Padi Sehat Beras Super (MTS Pasbesur).

"MTS Pasbesur pada tanaman padi adalah sistem pertanian padi berbasis pengelolaan tanaman terpadu, ramah lingkungan, dan menghasilkan produk yang sehat dan berkualitas. Diawali dengan membuat percontohan budi daya MTS Pasbesur di kawasan inti yakni di Desa Besur, Kecamatan Sekaran. Nantinya akan dikembangkan di 6 kecamatan lain yakni Kecamatan Sekaran, Kalitengah, Deket, Glagah, Karangbinangun, dan Karanggeneng yang dilintasi oleh Bengawan Solo sehingga pengairan dapat dilakukan sepanjang tahun," ujar Sujarwo saat Panen Raya Padi MTS Pasbesur di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Selasa (6/4/2021).

Sujarwo menambahkan bahwa MTS Pasbesur ini akan menghasilkan padi yang sehat dan berkualitas karena didukung dengan pemilihan bibit unggul, penggunaan pupuk organik, sarana infrastruktur irigasi, alsintan modern, dan pengendalian hama yang baik.

BACA JUGA : 

Libur Lebaran, RSUD dr. Soegiri Lamongan Siagakan IGD 24 Jam

Polres Lamongan Ringkus 12 Pemuda Terlibat Aksi Kekerasan, di Antaranya Sempat Lawan Petugas

Support Klub Kebanggaan, ASN Pemkab Lamongan Kenakan Jersey Persela

Masuki Hari ke-7 Ramadan, Pengunjung Pasar Baru Lamongan Mulai Meningkat

"Pada MTS Pasbesur padi percontohan ini penggunaan pupuk kimia berkurang 50% karena mengoptimalkan pemupukan berimbang terutama penggunaan pupuk organik, serta pengendalian hama dengan cara alami seperti refugia dan menggunakan Rumah Burung Hantu (Rubuha) dengan jumlah total 350 Rubuha di Kecamatan Sekaran dan untuk di Desa Besur sebanyak 20 Rubuha sehingga padi yang dihasilkan lebih sehat dan berkualitas," tambah Sujarwo.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh DTPHP, produktivitas padi meningkat setelah penerapan MTS Pasbesur. Dari yang sebelumnya 7,13 ton per hektare naik menjadi 7,58 ton per hektare. Bahkan di kawasan percontohan Desa Besur produktivitasnya mencapai 7,86 ton per hektare.

Sedangkan luas tanam padi tahun 2021 sampai dengan saat ini 91.646 hektare dengan luas panen 56.820 hektare dengan total produksi 430.696 ton GKG yang menghasilkan 275.000 ton beras. Untuk di Kecamatan Sekaran, luas panen seluas 1.035 hektare dan 108 hektare di Desa Besur.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf yang hadir mengikuti acara panen raya tersebut mengapresiasi atas inovasi yang telah dilakukan. Menurutnya, pemerintah akan mendorong sertifikasi beras sehat berkualitas sesuai standar nasional.

"Kuantitas sudah bagus, bahkan masuk lima besar lumbung padi nasional. Yang harus ditingkatkan selanjutnya yakni kualitas. Saya mengapresiasi MTS Pasbesur ini karena selain dapat meningkatkan produksi padi juga dapat meningkatkan kualitas padi menjadi lebih sehat dan berkualitas. Untuk selanjutnya akan didorong untuk mencapai sertifikasi beras sehat berkualitas sesuai standar nasional Indonesia. Harapannya agar produk ini mampu bersaing di pasaran dan dicari banyak pembeli," ujar Bupati Yuhronur.

Yuhronur mengungkapkan bahwa sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah meninjau penggilingan padi di Kabupaten Lamongan untuk memastikan surplus beras untuk meyakinkan pemerintah pusat tidak perlu melakukan impor beras.

"Saat ini harga beras sedang anjlok, semoga apa yang sebelumnya diperjuangkan dapat tersampaikan ke pemerintah pusat sehingga kebijakan tersebut bisa membuat harga beras terkontrol dan kesejahteraan petani terjamin," pungkasnya. (qom/zar)

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...