Senin, 10 Mei 2021 06:02

Datangi Pendopo, Puluhan Pekerja Seni di Madiun Minta Kejelasan SE Bupati

Minggu, 14 Maret 2021 19:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
Datangi Pendopo, Puluhan Pekerja Seni di Madiun Minta Kejelasan SE Bupati
Darsono, perwakilan dari pekerja seni Kabupaten Madiun.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 20 pekerja seni di Kabupaten Madiun mendatangi Pendopo Muda Graha untuk meminta kejelasan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 130/146/402.011/2021 Tanggal 9 Maret 2021, terkait dengan hajatan dan hiburan, Minggu (14/3).

Dari pertemuan tersebut, Darsono mewakili para pekerja seni menyampaikan bahwa bupati telah memperbolehkan pekerja seni bekerja sesuai bidangnya masing-masing, asalkan mengikuti protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

“Kami pada siang ini melakukan mediasi terkait SE Bupati terkait salah satu poinnya, dan bupati telah menjelaskan secara gamblang tentang SE tersebut. Dan intinya para pekerja seni sudah diijinkan kembali bekerja dan tentunya selalu mengedepankan protokol kesehatan (prokes)," jelas Darsono

Sementara Bupati Madiun Ahmad Dawami menjelaskan bahwa SE yang ia terbitkan tidak mengatur tentang hiburan, melainkan hajatan. Menurut Ahmad Dawami, di SE itu ada poin yang menyebutkan bahwa acara hajatan harus mengedepankan prokes pencegahan Covid-19. Sedangkan hiburan bisa melekat pada hajatan, sehingga hiburan atau kegiatan seni boleh dilakukan.

BACA JUGA : 

BKIPM Surabaya I Bersama Komisi IV DPR RI Salurkan 900 Paket Ikan di Madiun

Pastikan Penerapan Prokes, Polsek Kartoharjo Kota Madiun Keliling Cafe

Kepala DPMD Kabupaten Madiun: Desa Mandiri Jangan Hanya Sekadar Status Saja, Wujudkan Sesuai Realita

Wali Kota Madiun Pastikan Pembangunan RRT Berdampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat

"Para pekerja seni minta kejelasan terkait dengan SE, sebab hiburan tidak diatur dalam SE, yang kita atur hanya hajatan saja. Sedangkan yang melekat di hajatan tidak, artinya kita hanya mengatur prokesnya, kerumunan, dan zona apa. Sedangkan hajatan yang ada hiburan selama menjaga prokes di zona hijau diperkenankan," ujar Ahmad Dawami.

"Hiburan yang melekat pada hajatan juga ada hubungannya dengan izin keramaian yang kaitannya dengan kepolisian. Sebab mereka yang bisa membaca potensi konflik, dan potensi konflik itu beda-beda, Artinya saya tidak mengatur hal itu," pungkasnya. (hen/ian)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...