Rabu, 21 April 2021 04:49

Masih Ingat Kasus Fetish Bungkus Kain Jarik? Terdakwa Dituntut 5,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Maret 2021 22:42 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Masih Ingat Kasus Fetish Bungkus Kain Jarik? Terdakwa Dituntut 5,5 Tahun Penjara

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus fetish bungkus kain jarik yang dilakukan oleh mantan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya memasuki babak akhir di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (3/2).

Dari pertimbangan bukti-bukti persidangan, Ketua Majelis Hakim Kusaini, S.H. M.H., memutuskan terdakwa Gilang Apriliani Nugraha terbukti bersalah melanggar pasal berlapis yang diputuskan secara kumulatif. Yakni tentang ITE dengan menakut-nakuti korban melalui percakapan di media sosial, serta melakukan tindakan memaksa untuk berbuat pencabulan terhadap korban yang masih berusia di bawah 18 tahun.

Atas pelanggaran tersebut, Ketua Majelis Hakim memvonis terdakwa dengan hukuman 5 tahun 6 bulan penjara serta denda 50 juta rupiah atau tambahan kurungan 3 bulan penjara,  jika terdakwa tidak mampu membayar denda.

Hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, yang menuntut terdakwa hukuman 8 tahun penjara serta denda 50 juta rupiah atau tambahan 6 bulan penjara jika tak mampu membayar denda.

BACA JUGA : 

Mendag Kunjungi Pasar Wonokromo, Puji Harga Sembako di Surabaya Paling Stabil

Agar Jembatan Joyoboyo Segera Diresmikan, Pemkot Surabaya Keluarkan Perwali

Stabilkan Harga Sembako, Wawali Armuji Gelar Operasi Pasar

Tim Gegana Polda Jatim Pastikan Isi Tas yang Ditemukan di Depan Royal Plaza Bukan Bom

Dalam hal ini, Ketua Majelis Hakim memberi pertimbangan hal-hal meringankan kepada terdakwa, antara lain karena terdakwa mengakui memiliki orentasi seksual menyimpang, dan berusaha untuk melatih orentasi seksual agar kembali normal.

(Sejumlah korban saat menjalani proses dibungkus kain jarik oleh terdakwa dengan dalih riset)

Menyikapi putusan kumulatif yang dijatuhkan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum Terdakwa, Bambang Sugiharto, S.H. mengaku kecewa, karena pihaknya sudah memberikan bantahan terhadap tuduhan JPU dalam agenda pembelaan.

"Terkait adanya ancaman yang dituduhkan oleh JPU, sudah kita bantah dalam materi duplik. Ternyata majelis hakim putuskan 5 tahun 6 bulan," ujar Bambang Sugiharto.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus fetish bungkus kain jarik yang dilakukan oleh Gilang Apriliani Nugraha ini pertama kali terungkap lewat utas twitter yang dimuat oleh akun berinisial ”F” pada tanggal 29 Juli 2020. Melalui cuitan twitter tersebut, F mengaku sebagai adik kelas terdakwa di kampus yang menjadi korban penyimpangan seksual Gilang.

Membahas penyimpangan seksual yang dilakukan Gilang, F juga melengkapi dengan foto-foto dan video saat dibungkus kain jarik. Tak hanya itu, tangkapan layar percakapan Gilang memaksa korban dengan modus untuk riset, turut pula diunggah hingga akhirnya viral dan menjadi pembahasan di kalangan warganet.

Karena meresahkan, Gilang akhirnya ditangkap oleh Anggota Polrestabes Surabaya di rumah Kapuas Kalimantan Tengah tanggal 6 Agustus 2020. Berdasarkan berkas di persidangan, terdapat 4 orang korban Gilang dalam kasus fetish bungkus kain jarik ini. Satu di antara korban masih berusia di bawah 18 tahun. (ana/rev)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...