Jumat, 23 April 2021 00:51

​"Kawal Covid-19" Apresiasi Tracing dan Testing Masif Pemkot Surabaya

Senin, 15 Februari 2021 21:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
​"Kawal Covid-19" Apresiasi Tracing dan Testing Masif Pemkot Surabaya
Dokumentasi swab test oleh petugas medis kepada warga Surabaya. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berbagai upaya dan strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengatasi pandemi Covid-19, menuai banyak pujian dan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kawal Covid-19 yang sangat mengapresiasi tentang tracing dan testing yang dilakukan oleh jajaran Pemkot Surabaya.

Koordinator Data Kawal Covid-19 Ronald Bessie mengatakan, selama ini penanganan yang dilakukan pemkot melalui kebijakan tracing dan testing itu berdampak cukup besar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kemudahan masyarakat untuk memperoleh tes swab di puskesmas itu adalah upaya pemerintah yang sangat baik," kata Ronald Bessie, Senin (15/2/2021).

Dia menjelaskan, dari tracing yang dilakukan secara masif itu membuat pasien yang terpapar segera mendapatkan treatment yang tepat. Dari situlah, maka laju angka kematian pun ikut menurun seiring meningkatnya kasus pasien Covid-19 yang sembuh.

BACA JUGA : 

​PBB Surabaya Minta Pemkot Cabut Larangan UMKM Berjualan di Minimarket

Operasi Pasar Pemkot Surabaya, Harga Lebih Terjangkau, Bergilir di 31 Kecamatan

​Seleksi Dewan Pengawas PDAM Terus Berlanjut, 22 Peserta Lolos Administrasi

Mendag Kunjungi Pasar Wonokromo, Puji Harga Sembako di Surabaya Paling Stabil

Hal itu dilihatnya dari data yang ditampilkan oleh pemerintah provinsi (pemprov) maupun Pemkot Surabaya. Selain itu, dia memastikan bahwa masyarakat bersama-sama turun dan terlibat langsung dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan tersebut.

"Jumlah tes yang meningkat itu yang akan membatasi wabah dan penularan. Dan dampaknya juga dapat menurunkan angka kematian," jelasnya.

Tidak hanya itu, Bessie menyebut bahwa kondisi Kota Pahlawan saat ini sudah jauh lebih baik dari hari ke hari. Namun begitu, dia meminta agar penanganan seperti saat ini secara konsisten dilakukan meskipun kondisinya sudah cukup baik.

Bahkan, dia juga meminta kepada daerah-daerah sekitar Surabaya juga ikut melaksanakan upaya yang sama. Menurutnya, kota-kota atau daerah sekitar Surabaya juga menjadi faktor pendukung yang cukup penting pada keberhasilan penanganan.

"Karena menempel tidak bisa lepas. Karena menempel tidak bisa lepas itu sangat penting sekali," urainya.

Apalagi, menurut dia, keberhasilan itu juga tidak lepas dari peran Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Surabaya. Dari situlah, kapasitas tes usap PCR meningkat. Ribuan tes disediakan bagi warga Surabaya maupun non-Surabaya yang datang dengan persyaratan.

"Lalu saya juga mendengar adanya swab hunter dan operasi yustisi. Itu juga yang menambah banyak dampak dan berefek pada jumlah kasus dan termasuk mengurangi angka kematian," paparnya.

Terakhir, dia berpesan agar tracing dan testing semacam ini juga dapat direplikasi di wilayah lain. Khususnya daerah yang berada di sekitaran Surabaya tanpa menunggu ada pasien yang terkonfirmasi baru kemudian dilakukan treatment.

"Nah peningkatan kapasitas ini tidak boleh disia-siakan. Harus menjadi bagian dalam penanganan pandemi. Karena testing dan tracing itulah yang mengendalikan pandemi. Surabaya sangat mudah untuk testing," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita menambahkan, total keseluruhan data tes swab PCR secara kumulatif sampai dengan per 14 Februari 2021 mencapai 557,893 sampel. Kemudian, untuk hasil tracing pada kontak erat per 14 Februari 2021 menunjukkan peningkatan 1.174 orang kontak erat.

Oleh karena itu, secara kumulatif total tracing sampai kemarin berjumlah 481,218 kontak erat. "Untuk ratio tracing saat ini 1:23.27. Lalu teridentifikasi 11 klaster besar di Kota Pahlawan," pungkasnya. (ian/zar)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...