Rabu, 12 Mei 2021 03:06

Mengenang Harlah KHM Hasyim Asy’ari: Cari Cincin Istri Syaikhona Kholil, Hadratussyaikh Menguras WC

Minggu, 14 Februari 2021 17:00 WIB
Editor: M Mas'ud Adnan
Mengenang Harlah KHM Hasyim Asy’ari: Cari Cincin Istri Syaikhona Kholil, Hadratussyaikh Menguras WC
Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari. Foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Hari ini, 14 Februari, 150 tahun lalu – tepatnya 14 Februari 1871, bayi Muhammad Hasyim Asy’ari lahir. Kelak, bayi yang lahir di Desa Keras, Kecamatan Diwek Jombang,  dari pasangan KH Asy’ari dan Nyai Halimah itu menjadi ulama besar.

Muhammad Hasyim Asy’ari tidak hanya jadi ulama nasional tapi juga internasional. Ketika masih belajar di Makkah, Muhammad Hasyim Asy’ari sangat dihormati dan disegani karena ketinggian ilmu dan akhlaknya. Bahkan para ulama besar dan internasional kemudian memanggil Muhammad Hasyim Asy’ari dengan panggilan kehormatan: Hadratussyaikh. Sang mahaguru.

Selain dikenal alim allamah, Hadratussyaikh juga popular sebagai tokoh kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan sejak di Makkah. Saat belajar di Makkah, Hadratussyaikh sering melakukan doa bersama di depan Ka’bah bersama para santri dan ulama asal Indonesia. Hadratussyaikh memohon kepada Allah SWT agar Indonesia segera merdeka dari penjajahan.

BACA JUGA : 

Empati pada Ojol, LAZISNU Jatim Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker

Jelang Lebaran, ​LAZISNU Jatim Bagikan 5.000 Paket Sembako ke Buruh Transportasi

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Hadratussyaikh juga mendirikan pesantren. Pesantren itu ia dirikan di kampung hitam. Penuh pencuri, perampok, penjudi, pezina, dan pemabuk. Namanya Pesatren Tebuireng. Kelak, pesantren ini tidak hanya jadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan para ulama besar (NU dan pesantren), tapi juga jadi markas para pejuang kemerdekaan RI.

Hadratussyaikh kemudian - atas inisiatif KH A Wahab Hasbullah –mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi terbesar abad ini.

Apa yang harus kita teladani dari Hadratussyaikh saat kita mengenang hari lahirnya? Tentu banyak. Apalagi saat krisis keteladanan seperti sekarang. Namun yang paling penting adalah sikap tawaddlu dan akhlak Hadratussyaikh terhadap guru.

Saya ingin mencuplik cerita KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), cucu Hadratussyaikh. Suatu hari, tulis Gus Sholah, Syaikhona KH. M. Kholil bin Abdul Latif Bangkalan mengalami kesedihan yang amat sangat sehingga tidak dapat disembunyikan. Bahkan tampak di wajahnya.

Hadratussyaikh yang saat itu menjadi santri Syaikhona Kholil bertanya, apa gerangan masalah yang membuat sang guru begitu sedih. Tenyata cincin kesayangan Ibu Nyai Syaikhona Kholil  jatuh ke dalam WC.

Hadratussyaikh, tanpa ragu-ragu bertindak. Untuk menghilangkan rasa sedih sang guru. Hadratussyaikh mengaduk-aduk tinja atau kotoran manusia dalam WC itu. Hadratussyaikh membersihkan septic tank agar segera menemukan cincin kesayangan Bu Nyai Syaikhona Kholil. 

Ternyata upaya Hadratussyaikh berhasi. Hadratussyaikh bisa menghilangkan rasa sedih sang guru. Cincin Bu Nyai Syaikhona Kholil ditemukan kembali.

“Amat sulit mencari santri lain, saat itu, apalagi sekarang, yang bersedia melakukan apa yang beliau lakukan atas nama takdzim terhadap guru,” tulis Gus Sholah dalam pengantar buku Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari, Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan yang ditulis Zuhairi Misrawi pada 2010. 

Mari kita kirim fatihah kepada Hadratussyaikh. 

(M Mas’ud Adnan, alumnus Pesantren Tebuireng) 

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 11 Mei 2021 06:09 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengagetkan banyak pihak. Terutama karena itu terkenal sebagai pengusaha kaya raya. Bahkan mengaku punya 36 perusahaan.Tapi Dahlan Iskan mengaku kaget dan tidak kaget? Kena...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...