Senin, 19 April 2021 15:25

​Ironis, dari 370 Mata Air, Hanya 200 yang Hidup di Kediri, ARPLH Titip Draf Raperda pada DPRD

Jumat, 12 Februari 2021 10:37 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
​Ironis, dari 370 Mata Air, Hanya 200 yang Hidup di Kediri, ARPLH Titip Draf Raperda pada DPRD
Heri Deka bersama perwakilan ARPLH Kediri saat menyerahkan draf usulan Raperda tentang Pengelolaan dan Perlindungan Mata Air kepada Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri, Drs. Lutfi Mahmudiono (kanan). foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE.COM

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri Raya, menitipkan Naskah Akademik Draf Usulan Raperda Tentang Pengelolaan dan Perlindungan Mata Air kepada Drs. Lutfi Mahmudiono, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kediri, saat melakukan reses di Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (11/2) malam.

dr. Ari Purnomo Adi, Koordinator ARPLH Kediri menjelaskan bahwa di Kabupaten Kediri terdapat lebih dari 370 mata air. Ironisnya, hanya sekitar 200 mata air yang masih hidup. Selebihnya sudah sekarat, bahkan sudah mati karena berbagai sebab.

"ARPLH memandang sangat perlu bahwa mata air di Kabupaten Kediri harus dikelola dan dilindungi, namun sayang sampai saat ini belum ada payung hukum yang secara khusus mengatur pengelolaan dan perlindungan mata air tersebut," kata dr. Ari, Kamis (11/2) malam.

Menurut dr. Ari, ARPLH selama hampir 5 bulan terakhir terus berpikir dan berdiskusi terkait nasib mata air ke depan, khususnya di Kabupaten Kediri. Dari diskusi panjang tersebut, lahirlah usulan pembuatan perda khusus mata air.

BACA JUGA : 

Makam Mbah Mursyad Sudah Dibuka untuk Peziarah

Hindari Kemacetan Menuju Kota Kediri, Warga Bulusari Ini Pilih Naik Perahu

Masih Pandemi, Makam Mbah Wasil Kediri Belum Bisa Diziarahi

Dandim dan Kapolres Kediri Kota Gelar Giat Santri Gruduk Masjid Panjalu

Setelah melalui berbagai proses pembahasan dan sosialisasi kepada organisasi organisasi relawan yang tergabung di dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan, termasuk berkonsultasi dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Kediri, maka ARPLH menitipkan draf raperda tersebut kepada Wakil Ketua Komisi I yang sedang melakukan reses di markas Komunitas Oleng-Oleng di Desa Tunge.

"Malam ini, malam Jumat manis, kami sepakat untuk menitipkan kristalisasi harapan dan semangat dari para relawan dalam upaya untuk merawat, menjaga, dan mempertahankan kelestarian lingkungan pada umumnya dan kawasan mata air, kepada saudara kami, Lutfi Mahmudiono yang merupakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kediri dan Ketua Fraksi Nasdem yang merupakan anggota dewan yang berasal dari Dapil IV yang meliputi Kecamatan Wates, Ngancar, dan Plosoklaten," tegas aktivis lingkungan nyentrik tersebut.

Ditambahkan oleh dr. Ari, seluruh relawan yang tergabung di dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri berharap banyak kepada Lutfi Mahmudiono, untuk bisa meneruskan dan segera memproses usulan draf raperda tersebut bersama Bupati Kediri. Ia berharap segera lahir produk hukum berupa perda yang fokus pada pengelolaan dan perlindungan kawasan lindung, khususnya mata air.

Sementara Drs. Lutfi Mahmudiono berjanji akan segera mencari solusi terbaik atas usulan yang disampaikan warga. Sebab, hal itu menjadi esensi utama reses, yakni menyerap semua aspirasi masyarakat.

"Ketika kami dititipi berupa draf Raperda tentang Pengelolaan dan Perlindungan Mata Air untuk disampaikan kepada kawan-kawan di DPRD Kabupaten Kediri, ini merupakan amanah yang harus saya laksanakan dan secepatnya bisa dibahas di dewan," kata Lutfi.

Menurut Lutfi, masalah lingkungan memang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan semua pihak tanpa kecuali. "Karena kerusakan lingkungan, berarti bencana bagi kita semua. Seperti terjadinya banjir di berbagai tempat, semua itu pasti ada hubungannya dengan rusaknya lingkungan. (uji)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...