Jumat, 23 April 2021 01:01

Dampak ​Erupsi Gunung Raung, 440 Hektare Area Pertanian di Banyuwangi Rusak

Rabu, 10 Februari 2021 18:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herry Sulaksono
Dampak ​Erupsi Gunung Raung, 440 Hektare Area Pertanian di Banyuwangi Rusak
Erupsi Gunung Raung.

BANYUWANGI, BANGSAOLINE.com – Erupsi Gunung Raung menyebabkab banyak tanaman rusak. Tanaman yang rusak mulai dari komoditas padi, bawang, petai, cabai, mentimun, labu, buncis, terong, tomat hingga semangka.

"Tanaman yang rusak terutama jenis hortikultura di kantong-kantong pangan Banyuwangi tersebut," tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan saat dikonfirmasi, Rabu (10/2).

Dalam jangka pendek, terdapat dua dampak yang dirasakan sektor pertanian. Di satu sisi, produktivitas lahan akan turun akibat tingkat keasaman tanah (ph) yang turun karena adanya sebaran abu di tanah. Namun di sisi lain, abu vulkanik tersebut juga mengusir hama serangga maupun mematikan tanaman liar (gulma).

Meski demikian, dalam jangka panjang abu vulkanik itu akan meningkatkan tingkat kesuburan lahan. "Kita telah terjunkan Petugas Penyuluh Lapang (PPL) untuk memantau lahan secara rutin serta memberikan konsultasi dampak jangka pendek kepada petani. Tetapi pada umumnya para petani sudah paham apa yang harus dilakukan," lanjut Arief.

BACA JUGA : 

Bandara Banyuwangi Kembali Ditutup, Dampak ​Erupsi Gunung Raung

Dianita, Sarjana Pertanian di Lereng Gunung Wilis yang Jatuh Cinta pada Tanaman Hidroponik

​Penerbangan di Bandara Banyuwangi Kembali Dibuka

Ternyata Pasuruan Punya Buah Siwalan dan Legen, Rasanya Bisa Diadu, Siap Dibudidayakan

Hal ini seperti yang diakui oleh Suparman, seorang petani asal Desa Rowobayu, Kecamatan Songgon yang lahan sayur mayurnya rusak terkena abu. Ia mengaku hasil panennya turun drastis akibat paparan abu vulkanik.

"Saya biasanya panen sawi 2 kuintal, tetapi sekarang tersisa 40 kilogram saja. Karena tanaman banyak yang layu terkena abu. Jadi membusuk," ujar Suparman pasrah.

Berkaca dari pengalaman turun temurun, Suparman bersama petani yang lain telah melakukan antisipasi.

"Tanaman kita lindungi dengan plastik bening yang dikaitkan ke bambu. Sehingga sinar matahari tetap masuk, tetapi debu tidak sampai menempel ke daun," ujar Suparman.

Sebelumnya, erupsi Gunung Raung terjadi sejak 21 Januari 2021. Karena aktivitas vulkanologi yang meningkat, otoritas terkait menaikkan level Gunung Raung dari level I (normal) ke level II (Siaga).

Sempat menurun, aktivitas muntahan abu vulkanik kembali meningkat sejak Minggu (07/02) lalu. Tinggi muntahan abu vulkanik masih di kisaran 4.332 mdpl atau 1.000 meter dari puncak Gunung Raung.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), muntahan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Raung mencapai terpantau hingga 6.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), atau sekitar 2.500 meter dari puncak gunung. (hei/ian)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...