Sabtu, 06 Maret 2021 15:23

Siti Khotidjah, Ibu di Bangkalan Ceritakan Kronologi Operasi Caesar Hingga Bayinya Meninggal

Rabu, 20 Januari 2021 17:03 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Siti Khotidjah, Ibu di Bangkalan Ceritakan Kronologi Operasi Caesar Hingga Bayinya Meninggal
Ilustrasi tindakan operasi caesar kelahiran bayi.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Siti Khotidjah (35), warga Desa Perreng Kecamatan Burneh, Bangkalan, menceritakan kronologi dirinya menjalani operasi caesar di RSIA Syafii hingga sang bayi meninggal dunia.

Berawal pada 17 Desember 20 lalu, dirinya memeriksakan kandungannya ke RSIA Syafii, dan ditangani oleh dr. H. M. Taufik Syafii Sp.OG. Saat itu Khotidjah mengaku di-USG. Hasilnya dibacakan oleh dr. Taufik, bahwa kandungan sudah memasuki minggu ke 38-39 dan berat bayi diperkirakan 2,8 kilogram.

"Berat badannya 2,8 kg, waktunya sudah matang karena sudah masuk 38-39 minggu. Kalau umur 40 minggu anaknya nggak diangkat, kurang sehat. Itu kata dr. Taufik dan bidan yang mengantar," jelasnya kepada BANGSAONLINE.com saat ditemui di rumahnya Kampung Karang Gajam, Desa Perreng, Rabu (20/1/21).

Namun menurut perhitungan Khotidjah sendiri, kandungannya baru memasuki bulan kedelapan. "Hanya kata bidan dan dokter kandungan sudah memasuki minggu ke 38-39, saya percaya. Katanya akhir bulan 12 sudah bisa diangkat, walaupun sebenarnya saya ragu," ucapnya.

Namun, Khotidjah tidak langsung meminta dilakukan tindakan operasi caesar karena masih menunggu keluarga. Apalagi, kandungan Khotidjah baik-baik dan tidak mengalami kontraksi selayaknya orang mau melahirkan.

Kemudian pada 26 Desember 2020, dia meminta bidan Desa Perreng untuk mengantarnya ke Dokter Taufik untuk dilakukan tindakan operasi caesar terhadap kandungannya, sesuai anjuran hasil pemeriksaan sebelumnya.

Saat datang ke RSIA Syafii, Khotidjah mengaku tidak merasakan sakit ataupun kontraksi. "Bahkan saya ke RSIA Syafii di Kepang, dari Kampung Karang Gajam Perreng naik sepeda motor dan nyetir sendiri, karena saya tidak merasakan apa-apa," ujarnya.

Sesampainya di RSIA Syafii, Khotidjah mengaku tidak diperiksa lagi kandungannya, hanya diambil darah dan tensi saja. "Kemudian langsung tanda tangan untuk operasi. Baru dilakukan tindakan operasi caesar pukul 10.30 WIB. Padahal, saya sampai di RSIA Syafii pukul 8 pagi," jelasnya.

Menurut Khotidjah, setelah dilakukan tindakan operasi caesar, ternyata bayi laki-laki beratnya hanya 1,8 kilogram. Bahkan, lanjut Khotidjah dokter anak yang menangani waktu itu menjelaskan bahwa anaknya masih kurang umur alias belum saatnya lahir.

"Kata dokter anak, anak ini kurang umur, belum saatnya (lahir, red), walaupun dokter Taufik bilang sebelumnya kondisi kandungan 38-39 minggu dan berat bayi 2,8 kg, keluarnya 1,8 kg. Terus ke mana satu kilogramnya itu," ujarnya penuh tanda tanya.

"Dokter anak juga meminta saya banyak berdoa agar anak saya diberikan kesehatan, karena anak tersebut kurang umur. Anak tersebut tidak bisa menyusu, napasnya masih melalui mulut, bahkan puting susu saja belum timbul walaupun badannya berisi," terangnya.

Yang juga membuat Khotidjah bertanya-tanya, Dokter Taufik tidak pernah memeriksa dirinya pasca melahirkan lewat caesar, kecuali saat hendak mau pulang pada Senin (28/12/20) lalu. "Padahal kalau saya di Dokter Mulyadi diperiksa setiap hari, karena dua anak sebelumnya melahirkan di dokter Mulyadi," ucap Khotidjah. (uzi/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...