Selasa, 20 April 2021 05:38

Diduga Malapraktik, Penyebab Meninggalnya Bayi Pasca Operasi Caesar di RSIA Syafii, Ini Kata Dewan

Selasa, 19 Januari 2021 22:38 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Diduga Malapraktik, Penyebab Meninggalnya Bayi Pasca Operasi Caesar di RSIA Syafii, Ini Kata Dewan
Rumah Sakit Ibu dan Anak Syafii di Jalan Letnan Singosastro, Kepang, Bangkalan. foto: AHMAD FAUZI/ BANGSAONLINE

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nurhasan, angkat bicara atas meninggalnya bayi saat operasi caesar di RSIA Syafii. Ia menduga, bayi tersebut menjadi korban malapraktik dokter kandungan Taufik yang gagal melakukan tindakan operasi caesar, hingga berakibat kematian bayi.

"Dokter Taufik yang melakukan tindakan operasi caesar diduga telah lalai melakukan tindakan operasi, bahkan malapraktik terhadap pasien Siti Khotidjah pada 26 Desember 2020 lalu. Hal ini menurut aduan masyakat," jelasnya kepada wartawan setelah memanggil kepala dinas kesahatan dan pihak RSIA Syafii untuk dimintai penjelasan di gedung DPRD, Selasa (19/1/2020).

"Ada dugaan human error oleh dokter T dalam melaksanakan tindakan operasi. Kejanggalannya, dokter yang melaksanakan operasi caesar diduga tidak melihat hasil USG secara detil, ada ketidaktelitian hingga menakibatkan kematian bayi," jelasnya.

Sebab, lanjut Nurhasan, berdasarkan hasil operasi caesar ternyata berat bayi tidak sempurna, beda dengan hasil USG sebelumnya. "Anak yang dilahirkan Siti Khotidjah lewat operasi caesar beratnya tidak sempurna atau prematur," jelas Nurhasan.

BACA JUGA : 

Siti Khotidjah, Ibu di Bangkalan Ceritakan Kronologi Operasi Caesar Hingga Bayinya Meninggal

​Dianggap Tak Profesional Terhadap Peserta BPJS Kesehatan, Warga Audiensi dengan RSU Lukas Bangkalan

​DPRD Bangkalan Panggil RS Swasta dan Klinik Terkait Laporan Fee Bidan untuk Rujukan Caesar dan IPAL

Soal Keluhan Pasien BPJS yang Diminta Pulang, DPRD Bangkalan Minta RSUD Syamrabu Klarifikasi

Menurut Nurhasan, berdasarkan hasil diagnosa dokter sebelumnya, pasien Siti Khotidjah direncanakan melahirkan di bulan Februari 2021. "Tapi karena kontraksi, oleh bidan desa diantar ke dokter T di RSIA Syafii, mengingat RSUD saat itu lagi di-lockdown," terang oolitikus PPP ini.

Sementara, Dokter Taufik belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Saat hendak ditemui di RSIA Syafii,  salah satu karyawan mengatakan Dokter Taufik sedang sibuk karena akan melaksanakan operasi,

"Untuk informasi bisa ke dinas kesehatan, karena sudah disampaikan ke dinas kesehatan," ujar salah satu karyawan yang tidak mau disebut namanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo menyatakan penjelasan Dokter Taufik kepada Komisi D masih rasional sesuai keilmuan. "Nanti kita akan korscek dengan profesi yang lain, untuk menemukan hasil yang sebenarnya," jelasnya kepada wartawan.

Sudiyo mengatakan, bayi Siti Khotidjah yang lahir melalui operasi caesar meninggal setelah dua hari dilahirkan.

Sementara itu, Rabu (20/1) besok Komisi D akan memanggil pihak korban, yaitu Siti Khotidjah warga Desa Perreng Kecamatan Burneh. (uzi/rev)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...