Jumat, 23 April 2021 08:23

​Doa Bersama untuk Korban Sriwijaya Air dan Bencana Mamuju

Sabtu, 16 Januari 2021 12:54 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
​Doa Bersama untuk Korban Sriwijaya Air dan Bencana Mamuju
Devi Yunita Shanti (nomor 2 dari kanan) dan peserta doa bersama yang digelar di pertigaan Jalan PB Sudirman Pare. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Lintas Komunitas dan Lintas Agama di Pare, Kabupaten Kediri, menggelar doa bersama untuk korban tragedi Sriwijaya Air SJ 128 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Doa bersama ini digelar di pertigaan Jalan PB. Sudirman, Pare, Sabtu (16/1) .

Tidak hanya berdoa untuk korban Sriwijaya Air, mereka juga berdoa untuk korban bencana gempa bumi Mamuju Sulawesi Barat, dan Tanah longsor di Sumedang Jawa Barat.

Sebelum doa digelar, mereka juga membacakan puisi yang diiringi gitar. Puisi menggambarkan keprihatinan mereka atas tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 128 yang merenggut 62 nyawa manusia dan bencana alam gempa bumi dan tanah longsor.

Devi Yunita Shanti, panitia menjelaskan bahwa doa bersama ini sengaja digelar untuk mendoakan korban Sriwijaya Air, khususnya kepada Almarhumah Rahmania Ekananda dan kedua putrinya yang asli Pare.

BACA JUGA : 

Masuk dalam Peta Relawan Penanggulangan Gempa Bumi, FPRB Pamekasan: Ini Suatu Kebanggaan

Peringati Hari Bumi, Anggota Mapala di Kediri Tanam Pohon di Halaman Rumah Masing-masing

DLH Kediri Undang ARPL Bahas Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Air

Terima Bantuan dari Pemprov Jateng dan DIY, Khofifah Percepat Penanganan Daerah Terdampak Bencana

"Kebetulan kami ini satu alumni di SMP dan SMA di Pare. Kami juga satu komunitas sosial dengan sahabat kami, Rahmania Ekananda. Almarhumah adalah donatur tetap komunitas sosial kami," kata Devi.

Menurut Devi, tidak hanya mendoakan korban Sriwijaya Air, perwakilan dari lintas komunitas dan lintas agama (Islam, Nasrani, Hindu, dan Kong Hu Chu) juga mendoakannya korban gempa di Mamuju Sulawesi Barat dan korban tanah longsor di Sumedang Jawa Barat.

"Semoga para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan tabah. Begitu juga para korban meninggal gempa bumi di Mamuju dan tanah longsor di Sumedang. Yang belum ditemukan semoga segera ditemukan dan selamat. Yang sakit segera diberi kesembuhan," pungkas Devi.

Usai acara doa bersama, mereka melepas balon ke udara dan memunguti sampah di lokasi acara. (uji/ns)

Devi Yunita Shanti (nomor 2 dari kanan) dan peserta doa bersama yang digelar di pertigaan Jalan PB Sudirman Pare. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE.com

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...