Minggu, 07 Maret 2021 13:30

​Dinilai Tak Transparan Soal Kasus Covid-19, Gerbang PT TPPI Tuban Disegel Warga

Jumat, 08 Januari 2021 21:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Dinilai Tak Transparan Soal Kasus Covid-19, Gerbang PT TPPI Tuban Disegel Warga
Gerbang pintu masuk utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang disegel warga.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga memblokir gerbang pintu masuk utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang berada Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jumat (8/1/21).

Banner bertuliskan PT TPPI di-lockdown dan disegel warga terpasang massa membentang dan menutupi pintu masuk (gate 8) perusahaan.

Protes warga setempat itu dipicu kebijakan perusahaan yang dinilai tidak transparan terkait adanya sejumlah karyawan atau pegawai yang terpapar/positif Covid-19. Sehingga, kondisi itu membuat warga yang tinggal di sekitar perusahaan cemas, dan akhirnya menggelar aksi pemblokiran pintu masuk.

“Aksi ini kita lakukan karena terindikasi banyak karyawan dari TPPI yang terpapar Covid-19,” ujar Korlap Aksi Ahmad Eko Budiyono.

Pihaknya menuding, perusahaan sengaja menutup-nutupi sejumlah karyawan atau pegawai yang terpapar Covid-19. Hal itu menimbulkan keresahan di masyarakat karena para pegawai juga berinteraksi dengan warga.

“Perusahaan terkesan menutupi karyawan yang positif corona, dan itu sangat meresahkan masyarakat,” imbuh Ketua Karang Taruna Desa Remen tersebut.

Selain itu, massa juga menuntut agar perusahaan memerhatikan warga setempat yang terdampak pandemi Covid-19. Di antaranya, memberikan bantuan vitamin untuk meningkatkan imunitas warga yang ada di sekitar perusahaan.

“Tuntutan kami lainnya supaya warga desa ini diperhatikanlah, seperti dikasih vitamin, susu, maupun yang lainnya untuk seluruh warga. Karena memang virus ini kita tidak ada yang tahu,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, pihak perusahaan PT TPPI membenarkan jika ada sejumlah karyawan yang dinyatakan positif Covid-19. Namun, mereka dan yang pernah kontak erat dengan pasien telah menjalani isolasi mandiri yang ditempatkan di mess TPPI di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban.

“Kalau pekerja kita total yang terpapar sekarang tinggal 9 dari sebanyak 38 orang. Untuk totalnya dengan subkon-subkon itu sekitar 60-an orang. Setelah kita tracing dan muncul kasus yang agak banyak ini kita lakukan WFH 50 persen sampai dengan hari ini,” kata Sugeng.

Selama ini perusahaan telah berupaya menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dalam menjalankan aktivitasnya. Termasuk, telah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala.

“Kita bersama pemerintah setempat telah berusaha secara maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya. (gun/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 07 Maret 2021 10:03 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kali ini Dahlan Iskan, wartawan kondang itu, menulis tentang ambisi Tiongkok menjadi negara nomor 1 di dunia. Mengalahkan Amerika Serikat. Pada tahun 2035. Termasuk mencaplok Taiwan. Dengan cara kekerasan sekalipun.Un...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...